Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Dosen-dosen IPB Pulang Kampung Melestarikan Hutan dan Lingkungan

Sejumlah upaya pelestarian lingkungan dilakukan dosen-dosen IPB University dipraktikkan di kampung halaman. Seperti apa kegiatannya?

Minggu, 24 Juli 2022
A A
Ilustrasi pencemaran sampah di perairan. Foto yogendras3/pixabay.com.

Ilustrasi pencemaran sampah di perairan. Foto yogendras3/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketua Tim Dospulkam IPB University untuk Perhutanan Sosial Kabupaten Banyuwangi, M. Agung Zaim Adzkiya menyebut, potensi perhutanan sosial sangat menjanjikan, mengingat Banyuwangi memiliki luas areal hutan lebih dari 110 ribu hektare. Luasan yang memadai itu dapat menghasilkan beragam produk kehutanan, seperti getah karet dan pinus. Perhutanan sosial juga dapat menghasilkan produk pangan, seperti singkong, jagung, kakao, kopi ginseng porang dan lain sebagainya.

Baca Juga: Selamatkan Hutan Damar, KTH Kofarwis Dianugerahi Kalpataru 2022

Lewat peningkatan pengembangan produk pangan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual produk pangan segar saja. Melainkan juga menjual produk setengah jadi, bahkan produk jadi.

“Upaya ini untuk meningkatkan nilai tambah bagi hasil perhutanan sosial, sehingga masyarakat di sekitar pangkuan hutan dapat lebih sejahtera,” kata Agung saat pelatihan.

Ada tiga kegiatan utama dalam program Dospulkam, yaitu pengembangan produk pangan, pemasaran produk, dan penguatan kelembagaan. Pemasaran produk, menurut Dosen Sekolah Vokasi IPB University Medhanita Dewi Renanti merupakan kendala umum yang dihadapi masyarakat. Harga jual produk rendah karena masyarakat tidak atau belum sepenuhnya mengetahui akses pasar untuk menjual produk dengan harga yang layak.

“Solusinya dengan melakukan pelatihan digital marketing kepada anggota LMDH Mitra Hutan Lestari dan LMDH lain di sekitarnya, sehingga akses pasar terbuka lebar,” terang Medhanita.

Sedangkan penguatan kelembagaan dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kelembagaan, baik di tingkat Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) maupun Satuan Kerja (satker) di bawah LMDH.

Baca Juga: Stop Perundungan Anak, Orang Tua dan Guru Harus Lakukan Pencegahan

Anggota Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) Perhutanan Sosial yang juga Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Soni Trison menambahkan, kelembagaan yang kuat dan saling mendukung akan meningkatkan kualitas, akuntabilitas, dan sustainability lembaga perhutanan sosial. Di sisi lain, juga perlu memetakan masyarakat sekitar hutan untuk mensinergikan kekuatan pengetahuan dan pengalaman dari generasi sebelumnya kepada generasi milenial.

Hasil pelatihan kelembagaan menyepakati pembentukan klaster generasi milenial yang akan berfokus pada pengembangan produk pangan dan olahannya serta digital marketing.

“Generasi pendahulu lebih fokus dalam peningkatan kualitas dan kuantitas serta keragaman hasil hutan perhutanan sosial,” jelas Soni.

Perwakilan Perum Perhutani Banyuwangi Barat, Sugeng menambahkan kawasan perhutanan sosial akan mampu menjadi kawasan penyangga ketahanan pangan selain menjaga kelestarian lingkungan. [WLC02]

Sumber: ipb.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BanyuwangiDanau TobaDospulkamIPB UniversityMelestarikan hutan dan lingkunganperhutanan sosial

Editor

Next Post
Kapal SB Cramoil Equity asal Singapura yang menyelundupkan limbah B3 ke Indonesia. Foto ppid.menlhk.go.id.

Nahkoda Kapal Penyelundup Limbah B3 dari Singapura Dihukum 7 Tahun Penjara

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media