Senin, 8 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Konferensi Rektor ASEAN Bahas Solusi Penerapan Ekonomi Biru

Kamis, 21 September 2023
A A
Konferensi Rektor ASEAN 2023. Foto unair.ac.id.

Konferensi Rektor ASEAN 2023. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Isu blue economy atau ekonomi biru menjadi salah satu bahasan dalam Gelaran The 6th ASEAN+3 Rector’s Conference di ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B, Universitas Airlangga (Unair) pada 20 September 2023. Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah pimpinan universitas di kawasan Asia Tenggara, China, Korea, dan Jepang dengan mengusung tema The Role of University Collaboration within ASEAN+3 Framework on Innovation and Industry Acceleration Ecosystem. Forum tersebut membahas berbagai topik mengenai kolaborasi dan inovasi antara perguruan tinggi dan industri, salah satunya mendorong inovasi melalui penelitian inklusif tentang blue economy.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Kusdiantoro yang turut hadir menyampaikan sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk membangun perekonomian di Indonesia. Terbukti dengan kekayaan sumber daya laut yang Indonesia miliki. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara penghasil sumber daya laut terbesar di dunia.

Namun implementasi blue economy di Indonesia masih belum tercapai. Lantaran ada sejumlah persoalan, seperti keragaman hayati yang rusak akibat ulah manusia, pengalihan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil menjadi sektor ekonomi, hingga masalah sampah laut.

Baca Juga: Dari Mentawir Menghijaukan Ibu Kota Nusantara dan Kalimantan

Kusdiantoro mengusulkan upaya melalui penerapan neraca kelautan. Ia menilai neraca kelautan dapat berperan menjadi indikator untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya laut.

“Kita bisa melakukan penelitian bersama, berbagi pengetahuan dan membangun kapasitas, serta saling bertukar inovasi blue economy,” imbuh Kusdiantoro.

Rektor Universiti Malaya Profesor Dato’ Mohd Hamdi Abd Shukor memaparkan studinya tentang kondisi blue economy di Malaysia. Tantangan yang dihadapi Malaysia adalah perubahan iklim, karena zona pesisir di sana berada di garis depan perubahan iklim. Lantaran itu pula, komunitas pesisir Malaysia sangat rentan terhadap ketidakamanan sumber air.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: blue economyekonomi birukeragaman hayatiKonferensi Rektor ASEANperubahan iklimsumber air bersihwilayah pesisir

Editor

Next Post
Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) FPIK IPB University, Prof Hefni Effendi. Foto pplh.ipb.ac.id.

Hefni Effendi: Jasa Ekosistem untuk Menilai IKLH Harus Dirumuskan Dulu

Discussion about this post

TERKINI

  • Kenaikan air laut di Pantai General Santos di Cotabato Selatan, Filipina pascagempa Davao M7,8, Senin, 8 Juni 2026. Foto Dok. @daryono_eq-talk/X.Gempa Davao M7,8, Muka Air Laut Naik Terpantau di Mindanao hingga Kaltim
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Krisis Lingkungan yang Dibuat Rezim Saat Ini Dibayar Mahal Generasi Mendatang
    In Lingkungan
    Minggu, 7 Juni 2026
  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pembangunan Ekstraktif di Papua Sumbang 70 Persen Deforestasi Nasional
    In Lingkungan
    Jumat, 5 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media