Selasa, 22 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Konferensi Rektor ASEAN Bahas Solusi Penerapan Ekonomi Biru

Kamis, 21 September 2023
A A
Konferensi Rektor ASEAN 2023. Foto unair.ac.id.

Konferensi Rektor ASEAN 2023. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Isu blue economy atau ekonomi biru menjadi salah satu bahasan dalam Gelaran The 6th ASEAN+3 Rector’s Conference di ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B, Universitas Airlangga (Unair) pada 20 September 2023. Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah pimpinan universitas di kawasan Asia Tenggara, China, Korea, dan Jepang dengan mengusung tema The Role of University Collaboration within ASEAN+3 Framework on Innovation and Industry Acceleration Ecosystem. Forum tersebut membahas berbagai topik mengenai kolaborasi dan inovasi antara perguruan tinggi dan industri, salah satunya mendorong inovasi melalui penelitian inklusif tentang blue economy.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Kusdiantoro yang turut hadir menyampaikan sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk membangun perekonomian di Indonesia. Terbukti dengan kekayaan sumber daya laut yang Indonesia miliki. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara penghasil sumber daya laut terbesar di dunia.

Namun implementasi blue economy di Indonesia masih belum tercapai. Lantaran ada sejumlah persoalan, seperti keragaman hayati yang rusak akibat ulah manusia, pengalihan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil menjadi sektor ekonomi, hingga masalah sampah laut.

Baca Juga: Dari Mentawir Menghijaukan Ibu Kota Nusantara dan Kalimantan

Kusdiantoro mengusulkan upaya melalui penerapan neraca kelautan. Ia menilai neraca kelautan dapat berperan menjadi indikator untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya laut.

“Kita bisa melakukan penelitian bersama, berbagi pengetahuan dan membangun kapasitas, serta saling bertukar inovasi blue economy,” imbuh Kusdiantoro.

Rektor Universiti Malaya Profesor Dato’ Mohd Hamdi Abd Shukor memaparkan studinya tentang kondisi blue economy di Malaysia. Tantangan yang dihadapi Malaysia adalah perubahan iklim, karena zona pesisir di sana berada di garis depan perubahan iklim. Lantaran itu pula, komunitas pesisir Malaysia sangat rentan terhadap ketidakamanan sumber air.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: blue economyekonomi birukeragaman hayatiKonferensi Rektor ASEANperubahan iklimsumber air bersihwilayah pesisir

Editor

Next Post
Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) FPIK IPB University, Prof Hefni Effendi. Foto pplh.ipb.ac.id.

Hefni Effendi: Jasa Ekosistem untuk Menilai IKLH Harus Dirumuskan Dulu

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media