Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Konflik Orangutan Tapanuli dengan Warga Sipirok Berakhir Menggembirakan

Populasi Orangutan tapanuli, satwa endemik yang persebarannya di wilayah Batang Toru bagian barat dan timur, Sumatera Utara, kini diperkirakan kurang dari 1.000 individu.

Senin, 5 September 2022
A A
Konflik Orangutan tapanuli dengan warga Sipirok berakhir menggembirakan. Foto KSDAE Kementerian LHK.

Konflik Orangutan tapanuli dengan warga Sipirok berakhir menggembirakan. Foto KSDAE Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penanganan konflik Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) dengan warga Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, berakhir menggembirakan. Satu individu Orangutan tapanuli berkelamin betina berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan ke habitat alamnya.

Upaya penyelamatan Orangutan tapanuli dalam konflik Orangutan dengan warga di Sipirok, dilakukan dalam kurun waktu satu pekan lebih, sejak warga melaporkan kemunculan mawas tapanuli itu di kebun durian di Desa Bulumario, Kecamatan Sipirok.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, pada 24 Agustus 022, menerima laporan kemunculan satwa yang dilindungi itu.

Baca Juga: Mengenal Orangutan Tapanuli

Laporan diterima BBKSDA Sumut Seksi Konservasi Wilayah V di tengah penanganan konflik Harimau sumatera dengan warga di kawasan Desa Lobu Tayas, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Penanganan konflik Orangutan tapanuli dengan warga Sipirok mulai dilakukan pada 25 Agustus hingga 3 September 2022.

Pencarian dan penyelamatan Orangutan oleh tim rescue sempat mengalami kendala di antaranya faktor cuaca. Tim dari BBKSDA Sumut Seksi Konservasi Wilayah V bersama Yayasan Scorpion Indonesia dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), dalam pencarian dan penyelamatan Orangutan tapanuli, menemukan sisa-sisa durian milik warga yang telah dimakan mawas tapanuli.

Tim rescue juga menemukan dua sarang Orangutan tapanuli (kelas A), diperkirakan baru dibuat.

Baca Juga: Kejadian-kejadian Kemunculan Beruang Madu di Riau

Penanganan konflik orangutan dengan warga, akhirnya berbuah hasil pada Minggu, 2 September 2022. Tim penyelamatan Orangutan tapanuli menemukan dan menembak bius mawas tapanuli itu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA SumutKabupaten Tapanuli Selatankonflik harimau dengan wargakonflik orangutan dengan wargakonflik orangutan tapanuli dengan warga SipirokKonservasi orangutanKota SipirokMawas tapanuliorangutanPelepasliaran orangutanpenyelamatan orangutanPopulasi orangutanPopulasi orangutan tapanuliProvinsi Sumatera Utara

Editor

Next Post
Bestie masuk kandang jebak dalam penanganan konflik harimau sumatera dengan warga Langkat, Sumatera Utara. Foto KSDAE Kementerian LHK.

Kandang Jebak Sukses Atasi Konflik Harimau Sumatera dengan Warga Langkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media