Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Konflik Orangutan Tapanuli dengan Warga Sipirok Berakhir Menggembirakan

Populasi Orangutan tapanuli, satwa endemik yang persebarannya di wilayah Batang Toru bagian barat dan timur, Sumatera Utara, kini diperkirakan kurang dari 1.000 individu.

Senin, 5 September 2022
A A
Konflik Orangutan tapanuli dengan warga Sipirok berakhir menggembirakan. Foto KSDAE Kementerian LHK.

Konflik Orangutan tapanuli dengan warga Sipirok berakhir menggembirakan. Foto KSDAE Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penanganan konflik Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) dengan warga Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, berakhir menggembirakan. Satu individu Orangutan tapanuli berkelamin betina berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan ke habitat alamnya.

Upaya penyelamatan Orangutan tapanuli dalam konflik Orangutan dengan warga di Sipirok, dilakukan dalam kurun waktu satu pekan lebih, sejak warga melaporkan kemunculan mawas tapanuli itu di kebun durian di Desa Bulumario, Kecamatan Sipirok.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, pada 24 Agustus 022, menerima laporan kemunculan satwa yang dilindungi itu.

Baca Juga: Mengenal Orangutan Tapanuli

Laporan diterima BBKSDA Sumut Seksi Konservasi Wilayah V di tengah penanganan konflik Harimau sumatera dengan warga di kawasan Desa Lobu Tayas, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Penanganan konflik Orangutan tapanuli dengan warga Sipirok mulai dilakukan pada 25 Agustus hingga 3 September 2022.

Pencarian dan penyelamatan Orangutan oleh tim rescue sempat mengalami kendala di antaranya faktor cuaca. Tim dari BBKSDA Sumut Seksi Konservasi Wilayah V bersama Yayasan Scorpion Indonesia dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), dalam pencarian dan penyelamatan Orangutan tapanuli, menemukan sisa-sisa durian milik warga yang telah dimakan mawas tapanuli.

Tim rescue juga menemukan dua sarang Orangutan tapanuli (kelas A), diperkirakan baru dibuat.

Baca Juga: Kejadian-kejadian Kemunculan Beruang Madu di Riau

Penanganan konflik orangutan dengan warga, akhirnya berbuah hasil pada Minggu, 2 September 2022. Tim penyelamatan Orangutan tapanuli menemukan dan menembak bius mawas tapanuli itu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA SumutKabupaten Tapanuli Selatankonflik harimau dengan wargakonflik orangutan dengan wargakonflik orangutan tapanuli dengan warga SipirokKonservasi orangutanKota SipirokMawas tapanuliorangutanPelepasliaran orangutanpenyelamatan orangutanPopulasi orangutanPopulasi orangutan tapanuliProvinsi Sumatera Utara

Editor

Next Post
Bestie masuk kandang jebak dalam penanganan konflik harimau sumatera dengan warga Langkat, Sumatera Utara. Foto KSDAE Kementerian LHK.

Kandang Jebak Sukses Atasi Konflik Harimau Sumatera dengan Warga Langkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Industri wisata On The Rock di bangun di atas karst Gunungsewu, Gunungkidul, Selasa, 6 Mei 2026. Foto Pito Agustin/wanaloka.com.Walhi Yogya Ingatkan, Sanksi Denda Industri Wisata di KBAK Gunungsewu Tak Membuat Jera
    In News
    Kamis, 7 Mei 2026
  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media