Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kritik Diplomasi Iklim Indonesia, Pidato di Panggung Global Tak Sesuai Realita Dalam Negeri

Jumat, 3 Juli 2026
A A
Menteri KLH/BPLH Moh umhur Hidayat dan Pangeran Charles dalam JCLAW 2026 di London. Foto Dok. KLH/BPLH.

Menteri KLH/BPLH Moh umhur Hidayat dan Pangeran Charles dalam JCLAW 2026 di London. Foto Dok. KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Walhi dan ICEL menegaskan bahwa momentum London Climate Action Week 2026 seharusnya menjadi titik evaluasi bagi pemerintah untuk menyelaraskan diplomasi internasional dengan kebijakan nasional. Komitmen menuju transisi energi yang adil hanya akan memiliki makna apabila diikuti dengan penghentian ekspansi energi fosil, perlindungan hutan dan wilayah kelola rakyat, serta pemenuhan hak-hak masyarakat yang selama ini menanggung beban terbesar dari krisis iklim.

Klaim KLH di London

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat yang mewakili Indonesia dalam pertemuan khusus dengan Raja Charles III di Istana St. James, London dalam London Climate Action Week (LCAW) 2026 mengklaim Indonesia berkomitmen menjaga kelestarian bumi dan menghadapi krisis iklim global.

Forum ini mempertemukan para pemimpin dunia dan tokoh pembuat kebijakan guna merumuskan langkah konkret menghadapi ancaman super-polutan dan pemanasan global.

Sebagai salah satu negara megabiodiversitas terbesar di dunia, peran Indonesia di London sangat krusial. Sepanjang rangkaian LCAW 2026 yang berlangsung sejak 22 hingga 26 Juni 2026, KLH/BPLH secara aktif berdialog untuk membedah solusi percepatan aksi iklim. Agenda yang dibawa meliputi strategi transisi energi, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga yang paling mendesak: pengurangan emisi metana dan karbon hitam dari sektor energi.

Keikutsertaan proaktif Indonesia dalam forum ini mengirimkan pesan yang jelas ke dunia. Di bawah komando KLH/BPLH, pemerintah tidak hanya berfokus pada kesejahteraan ekonomi, tetapi memastikan bahwa keanekaragaman hayati yang merupakan warisan tak ternilai bagi generasi mendatang, tetap menjadi jantung dari setiap detak pembangunan nasional. [WLC02]

Sumber: Walhi, KLH/BPLH

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Diplomamsi IklimICELKLH/BPLHLCAW 2026Walhi

Editor

Next Post
Ilustrasi rempah Nusantara. Foto Prithpalbhatia9/Pixabay.com.

Jadi Bahan Farmasi Alami, Tanaman Rempah Nusantara Rentan Penyakit

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media