Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Laporan Bencana Geologi Januari-Juni 2022, Ini Alur Mitigasinya

Sabtu, 6 Agustus 2022
A A
Letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu malam, 24 April 2022, pukul 20.20 WIB. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu malam, 24 April 2022, pukul 20.20 WIB. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan laporan bencana geologi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama kurun Januari-Juni 2022, tercatat telah terjadi 9 erupsi gunungapi, 10 kejadian gempa merusak, dan 318 kejadian tanah bergerak. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan sebagaimana menjadi salah satu tugas dari Badan Geologi.

Lebih rinci, data yang dilansir dari laman esdm.go.id memaparkan, erupsi sembilan gunungapi tersebut meliputi Gunungapi Dempo, Merapi, Semeru, Anak Krakatau, Ili Lewotolok, Soputan, Karangetang, Ibu, dan Dukono. Erupsi berlangsung secara eksplosif maupun efusif, baik disertai luncuran awan panas maupun guguran lava.

Selain itu, status sejumlah gunungapi mengalami peningkatan. Ada 5 gunungapi yang naik ke level III atau siaga, yakni Anak Krakatau, Merapi, Semeru, Ili Lewotolok dan Awu. Kemudian 15 gunung api di Level II atau Waspada. Sedangkan status 48 gunungapi sudah turun di level I atau normal.

Baca Juga: Likuifaksi Tanah di Seram Bagian Barat Maluku Warga Masih Mengungsi

Kemudian 10 gempa bumi merusak terjadi di Tobelo, Pandeglang, Kepulauan Talaud, Pasaman Barat, Sukabumi, Seram Barat, Kendari, Halmahera Utara, Maluku Barat Daya, dan Mamuju. Sedangkan kejadian gerakan tanah ada 318 peristiwa. Gerakan tanah merupakan bencana geologi yang paling sering terjadi di Indonesia, khususnya saat musim penghujan.

Mitigasi yang Dilakukan

Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.
Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Hendra Gunawan menjelaskan, langkah-langkah mitigasi bencana geologi yang dilakukan meliputi pemantauan gunungapi, 13 kegiatan tanggap darurat, 1 pemetaan kawasan rawan bencana (KRB) gunungapi, 2 pemetaan geologi gunungapi, dan 2 revisi peta KRB gunungapi. Serta memberikan 33 rekomendasi terkait aktivitas gunung api di atas normal, 307 VONA, 2 instalasi peralatan pemantauan gunung api, dan 3 optimalisasi peralatan pemantauan gunung api.

Kemudiaan mitigasi gempa bumi dan tsunami yang telah dilakukan meliputi 2 kegiatan tanggap darurat, 7 kegiatan pasca bencana, 2 penyelidikan mikrozonasi gempabumi, 1 pemetaan KRB gempabumi, 1 pemetaan KRB Tsunami, 1 kegiatan sosialisasi, 1 optimalisasi peralatan monitoring sesar aktif, dan 22 rekomendasi.

Baca Juga: Gempa Pohuwato Magnitudo 4,8 Guncangannya Capai III MMI

Upaya mitigasi bencana geologi, Hendra menjelaskan bermanfaat untuk memberikan arahan kepada pemerintah daerah dan memberi kepastian terkait tindak lanjut kebijakan pemda dalam memberikan pelayanan kebencanaan. Selain itu juga terdapat rekomendasi pembangunan kembali daerah bencana dan lahan relokasi pascabencana.

“Sedangkan PVMBG juga tetap melakukan pendampingan dalam penyusunan rencana kontingensi, edukasi kepada masyarakat, serta penyusunan kebijakan terkait tata ruang, peta risiko, dan lain-lain,” papar Hendra.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Geologibencana geologiBMKGBNPBBPBDerupsi gunung apigempa dan tsunamigempabumigerakan tanahKementerian ESDMmitigasi bencana

Editor

Next Post
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

AS Nilai RI Mitra Strategis Atasi Perubahan Iklim, Ini Klaim Alasannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media