Kamis, 14 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Laporan Bencana Geologi Januari-Juni 2022, Ini Alur Mitigasinya

Sabtu, 6 Agustus 2022
A A
Letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu malam, 24 April 2022, pukul 20.20 WIB. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu malam, 24 April 2022, pukul 20.20 WIB. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan laporan bencana geologi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama kurun Januari-Juni 2022, tercatat telah terjadi 9 erupsi gunungapi, 10 kejadian gempa merusak, dan 318 kejadian tanah bergerak. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan sebagaimana menjadi salah satu tugas dari Badan Geologi.

Lebih rinci, data yang dilansir dari laman esdm.go.id memaparkan, erupsi sembilan gunungapi tersebut meliputi Gunungapi Dempo, Merapi, Semeru, Anak Krakatau, Ili Lewotolok, Soputan, Karangetang, Ibu, dan Dukono. Erupsi berlangsung secara eksplosif maupun efusif, baik disertai luncuran awan panas maupun guguran lava.

Selain itu, status sejumlah gunungapi mengalami peningkatan. Ada 5 gunungapi yang naik ke level III atau siaga, yakni Anak Krakatau, Merapi, Semeru, Ili Lewotolok dan Awu. Kemudian 15 gunung api di Level II atau Waspada. Sedangkan status 48 gunungapi sudah turun di level I atau normal.

Baca Juga: Likuifaksi Tanah di Seram Bagian Barat Maluku Warga Masih Mengungsi

Kemudian 10 gempa bumi merusak terjadi di Tobelo, Pandeglang, Kepulauan Talaud, Pasaman Barat, Sukabumi, Seram Barat, Kendari, Halmahera Utara, Maluku Barat Daya, dan Mamuju. Sedangkan kejadian gerakan tanah ada 318 peristiwa. Gerakan tanah merupakan bencana geologi yang paling sering terjadi di Indonesia, khususnya saat musim penghujan.

Mitigasi yang Dilakukan

Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.
Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Hendra Gunawan menjelaskan, langkah-langkah mitigasi bencana geologi yang dilakukan meliputi pemantauan gunungapi, 13 kegiatan tanggap darurat, 1 pemetaan kawasan rawan bencana (KRB) gunungapi, 2 pemetaan geologi gunungapi, dan 2 revisi peta KRB gunungapi. Serta memberikan 33 rekomendasi terkait aktivitas gunung api di atas normal, 307 VONA, 2 instalasi peralatan pemantauan gunung api, dan 3 optimalisasi peralatan pemantauan gunung api.

Kemudiaan mitigasi gempa bumi dan tsunami yang telah dilakukan meliputi 2 kegiatan tanggap darurat, 7 kegiatan pasca bencana, 2 penyelidikan mikrozonasi gempabumi, 1 pemetaan KRB gempabumi, 1 pemetaan KRB Tsunami, 1 kegiatan sosialisasi, 1 optimalisasi peralatan monitoring sesar aktif, dan 22 rekomendasi.

Baca Juga: Gempa Pohuwato Magnitudo 4,8 Guncangannya Capai III MMI

Upaya mitigasi bencana geologi, Hendra menjelaskan bermanfaat untuk memberikan arahan kepada pemerintah daerah dan memberi kepastian terkait tindak lanjut kebijakan pemda dalam memberikan pelayanan kebencanaan. Selain itu juga terdapat rekomendasi pembangunan kembali daerah bencana dan lahan relokasi pascabencana.

“Sedangkan PVMBG juga tetap melakukan pendampingan dalam penyusunan rencana kontingensi, edukasi kepada masyarakat, serta penyusunan kebijakan terkait tata ruang, peta risiko, dan lain-lain,” papar Hendra.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Geologibencana geologiBMKGBNPBBPBDerupsi gunung apigempa dan tsunamigempabumigerakan tanahKementerian ESDMmitigasi bencana

Editor

Next Post
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

AS Nilai RI Mitra Strategis Atasi Perubahan Iklim, Ini Klaim Alasannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media