Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Laporan Bencana Geologi Januari-Juni 2022, Ini Alur Mitigasinya

Sabtu, 6 Agustus 2022
A A
Letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu malam, 24 April 2022, pukul 20.20 WIB. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu malam, 24 April 2022, pukul 20.20 WIB. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan laporan bencana geologi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama kurun Januari-Juni 2022, tercatat telah terjadi 9 erupsi gunungapi, 10 kejadian gempa merusak, dan 318 kejadian tanah bergerak. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan sebagaimana menjadi salah satu tugas dari Badan Geologi.

Lebih rinci, data yang dilansir dari laman esdm.go.id memaparkan, erupsi sembilan gunungapi tersebut meliputi Gunungapi Dempo, Merapi, Semeru, Anak Krakatau, Ili Lewotolok, Soputan, Karangetang, Ibu, dan Dukono. Erupsi berlangsung secara eksplosif maupun efusif, baik disertai luncuran awan panas maupun guguran lava.

Selain itu, status sejumlah gunungapi mengalami peningkatan. Ada 5 gunungapi yang naik ke level III atau siaga, yakni Anak Krakatau, Merapi, Semeru, Ili Lewotolok dan Awu. Kemudian 15 gunung api di Level II atau Waspada. Sedangkan status 48 gunungapi sudah turun di level I atau normal.

Baca Juga: Likuifaksi Tanah di Seram Bagian Barat Maluku Warga Masih Mengungsi

Kemudian 10 gempa bumi merusak terjadi di Tobelo, Pandeglang, Kepulauan Talaud, Pasaman Barat, Sukabumi, Seram Barat, Kendari, Halmahera Utara, Maluku Barat Daya, dan Mamuju. Sedangkan kejadian gerakan tanah ada 318 peristiwa. Gerakan tanah merupakan bencana geologi yang paling sering terjadi di Indonesia, khususnya saat musim penghujan.

Mitigasi yang Dilakukan

Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.
Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Hendra Gunawan menjelaskan, langkah-langkah mitigasi bencana geologi yang dilakukan meliputi pemantauan gunungapi, 13 kegiatan tanggap darurat, 1 pemetaan kawasan rawan bencana (KRB) gunungapi, 2 pemetaan geologi gunungapi, dan 2 revisi peta KRB gunungapi. Serta memberikan 33 rekomendasi terkait aktivitas gunung api di atas normal, 307 VONA, 2 instalasi peralatan pemantauan gunung api, dan 3 optimalisasi peralatan pemantauan gunung api.

Kemudiaan mitigasi gempa bumi dan tsunami yang telah dilakukan meliputi 2 kegiatan tanggap darurat, 7 kegiatan pasca bencana, 2 penyelidikan mikrozonasi gempabumi, 1 pemetaan KRB gempabumi, 1 pemetaan KRB Tsunami, 1 kegiatan sosialisasi, 1 optimalisasi peralatan monitoring sesar aktif, dan 22 rekomendasi.

Baca Juga: Gempa Pohuwato Magnitudo 4,8 Guncangannya Capai III MMI

Upaya mitigasi bencana geologi, Hendra menjelaskan bermanfaat untuk memberikan arahan kepada pemerintah daerah dan memberi kepastian terkait tindak lanjut kebijakan pemda dalam memberikan pelayanan kebencanaan. Selain itu juga terdapat rekomendasi pembangunan kembali daerah bencana dan lahan relokasi pascabencana.

“Sedangkan PVMBG juga tetap melakukan pendampingan dalam penyusunan rencana kontingensi, edukasi kepada masyarakat, serta penyusunan kebijakan terkait tata ruang, peta risiko, dan lain-lain,” papar Hendra.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Geologibencana geologiBMKGBNPBBPBDerupsi gunung apigempa dan tsunamigempabumigerakan tanahKementerian ESDMmitigasi bencana

Editor

Next Post
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

AS Nilai RI Mitra Strategis Atasi Perubahan Iklim, Ini Klaim Alasannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media