Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lonjakan Ombak Bono di Pesisir Timur Riau Bisa Capai Kiloan Meter ke Daratan

Kamis, 4 Juni 2026
A A
Ilustrasi ombak tinggi. Foto jpleni/pixabay.com

Ilustrasi ombak tinggi. Foto jpleni/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Temuan ini penting karena kawasan khatulistiwa merupakan lokasi muara-muara dangkal yang sangat sensitif terhadap perubahan pasang surut. Analisis harmonik yang dilakukan tim peneliti menunjukkan amplitudo berbagai komponen pasang surut terus meningkat, sementara fasenya justru menurun. Kenaikan amplitudo berarti energi pasang surut menjadi semakin besar.

“Di daerah khatulistiwa, tren peningkatan amplitudo jauh lebih kuat,” kata Ulung.

Dampak nyata dapat berupa peningkatan abrasi pantai, banjir, dan perubahan pola aliran di sungai.

Jadi isu kebijakan

Salah satu temuan menarik dari riset ini adalah kenaikan muka laut tidak mengubah jenis gelombang Bono di Sungai Kampar.  Artinya, ombak Bono yang selama ini menjadi ikon wisata dan olahraga ekstrem berpotensi menjadi jauh lebih kuat di masa depan.

Ulung memaparkan bagaimana kenaikan muka laut global ini berpotensi mengubah karakter pasang surut, memperkuat gelombang pasang, mempercepat erosi, dan pada akhirnya mengancam kehidupan masyarakat di sepanjang muara sungai.

“Kenaikan permukaan laut tidak hanya menyebabkan banjir dan penyusutan garis pantai, tetapi juga mengubah proses hidrodinamika di muara sungai,” jelas dia.

Penelitian Ulung memperlihatkan ancaman perubahan iklim di wilayah pesisir tidak selalu hadir dalam bentuk yang kasat mata seperti tenggelamnya pulau kecil. Di Selat Malaka dan pesisir timur Sumatra, ancaman itu muncul melalui perubahan yang lebih kompleks: pasang surut yang semakin tinggi, ombak Bono yang kian kuat, sedimentasi yang tidak menentu, serta erosi yang menggerus tepian sungai sedikit demi sedikit.

Temuan ini menjadi peringatan keras bahwa adaptasi perubahan iklim tidak cukup hanya dilakukan dengan membangun tanggul atau merelokasi kawasan pesisir. Pemahaman terhadap dinamika muara dan sistem pasang surut harus diintegrasikan ke dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan wilayah pesisir masa depan. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ombak BonoPRO BRINSelat Malaka

Editor

Next Post
Ilustrasi bandara antariksa. Foto www.gov.u.

LBH Papua Kecam Rencana Pengukuran Lokasi Bandar Antariksa di Biak Numfor

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media