Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Made Tri Ari Penia, Potensi Biomassa Indonesia dari Kakao, Singkong dan TKS

Potensi biomassa sangat besar dan beragam yang harus dimanfaatkan dengan menguasai teknologi pengolahan biomassa.

Minggu, 15 September 2024
A A
Guru Besar FTI ITB, Prof. Made Tri Ari Penia Kresnowati. Foto ITB.

Guru Besar FTI ITB, Prof. Made Tri Ari Penia Kresnowati. Foto ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Deendarlianto, Kembangkan Penelitian Produk Hidrogen Hijau

Biomassa lain yang tidak kalah penting adalah tandan kosong sawit (TKS). Indonesia sebagai penghasil buah kelapa sawit terbesar sering menyisakan bagian lain seperti TKS. Padahal 23 persen dari kelapa sawit merupakan TKS. Hal ini menunjukkan betapa besar potensi biomassa TKS yang dapat diolah.

Bioproses TKS sendiri dapat menghasilkan varian produk yang berkualitas tinggi, salah satunya bioetanol. Pengolahan biomassa TKS secara maksimal dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil yang tidak terbarukan.

Baca Juga: Indonesia Rentan Perubahan Iklim, Pemerintah Masih Gunakan Batu Bara

“Jadi Indonesia memiliki potensi biomassa sangat besar dan beragam yang harus dimanfaatkan dengan menguasai teknologi pengolahan biomassa, terutama untuk jenis-jenis yang menjadi komoditas unggulan nasional,” kata Made Tri Ari.

Penguasaan teknologi ini penting agar Indonesia dapat mandiri dan berdaulat sebagai bangsa. Sejumlah inovasi teknologi bioproses untuk pengolahan biomassa telah dikembangkan, namun masih banyak potensi lain yang perlu dieksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu, kolaborasi dalam mengembangkan inovasi teknologi sangat diperlukan demi kesejahteraan bangsa dan membangun Indonesia berbasis bioekonomi. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: biomassaMade Tri Ari Penia Kresnowatitandan kosong sawitteknologi bioproses

Editor

Next Post
Ilustrasi panel surya. Foto schropferoval/Pixabay.com.

Kementerian ESDM Klaim RUU EBET Atur Penyediaan Listrik Lebih Murah

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media