Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Made Tri Ari Penia, Potensi Biomassa Indonesia dari Kakao, Singkong dan TKS

Potensi biomassa sangat besar dan beragam yang harus dimanfaatkan dengan menguasai teknologi pengolahan biomassa.

Minggu, 15 September 2024
A A
Guru Besar FTI ITB, Prof. Made Tri Ari Penia Kresnowati. Foto ITB.

Guru Besar FTI ITB, Prof. Made Tri Ari Penia Kresnowati. Foto ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar dari Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (FTI ITB), Prof. Made Tri Ari Penia Kresnowati menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi bioproses untuk mengolah bahan baku biomassa menjadi suatu produk bernilai ekonomis. Teknologi ini tidak memerlukan katalis logam berat, tetapi dapat diproses dengan mudah, bahkan dalam skala bebas.

Salah satu biomassa yang dapat diolah adalah buah kakao atau cokelat. Mengingat Indonesia salah satu penghasil buah kakao terbesar.

“Namun, buah kakao di Indonesia belum mengalami bioproses yang disebut dengan fermentasi,” kata Made Tri Ari saat menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Teknologi Bioproses untuk Pengolah Biomassa: Menuju Indonesia Berbasis Bioekonomi” di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Sabtu, 24 Agustus 2024.

Baca Juga: Sampah Plastik dari Indonesia Berlayar Sampai Afrika

Fermentasi memegang peran besar untuk menentukan aroma dan rasa cokelat sehingga dapat bernilai lebih. Fermentasi ini memanfaatkan bakteri asam laktat dan asam asetat dalam prosesnya.

Selain itu, biomassa lain yang dapat diolah adalah singkong atau cassava. Potensi dari singkong sangat besar, bahkan memiliki angka produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan padi dan jagung. Sekaligus mendorong kesempatan pengolahan singkong sebagai solusi ketahanan pangan.

Bioproses fermentasi singkong berguna untuk meningkatkan nilai dari produk. Salah satunya menurunkan kadar sianida dan menghilangkan warna sehingga dapat dihasilkan tepung berkualitas tinggi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: biomassaMade Tri Ari Penia Kresnowatitandan kosong sawitteknologi bioproses

Editor

Next Post
Ilustrasi panel surya. Foto schropferoval/Pixabay.com.

Kementerian ESDM Klaim RUU EBET Atur Penyediaan Listrik Lebih Murah

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi hujan lebat. Foto Bru-nO/pixabay.com.BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gempa bumi M 6,4 mengguncang Aceh dan Sumatra Utara, 3 Maret 2026. Foto BMKG.Aceh dan Sumut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6,4
    In Bencana
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gerhana bulan total hari ini Kamis, 8 November 2022, dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Foto tangkap layar Twitter BMKG.Tanggal 3 Maret 2026, Puncak Gerhana Bulan Total Mulai Pukul 18.03 WIB
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.Etty Riani, Yang Berpotensi Masuk Dalam Darah adalah Nanoplastik, Bukan Mikroplastik
    In Sosok
    Senin, 2 Maret 2026
  • Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.Memaksimalkan Potensi Kemenyan, Kapur Barus dan Cengkeh Menjadi Parfum
    In IPTEK
    Senin, 2 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media