Selasa, 11 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Made Tri Ari Penia, Potensi Biomassa Indonesia dari Kakao, Singkong dan TKS

Potensi biomassa sangat besar dan beragam yang harus dimanfaatkan dengan menguasai teknologi pengolahan biomassa.

Minggu, 15 September 2024
A A
Guru Besar FTI ITB, Prof. Made Tri Ari Penia Kresnowati. Foto ITB.

Guru Besar FTI ITB, Prof. Made Tri Ari Penia Kresnowati. Foto ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar dari Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (FTI ITB), Prof. Made Tri Ari Penia Kresnowati menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi bioproses untuk mengolah bahan baku biomassa menjadi suatu produk bernilai ekonomis. Teknologi ini tidak memerlukan katalis logam berat, tetapi dapat diproses dengan mudah, bahkan dalam skala bebas.

Salah satu biomassa yang dapat diolah adalah buah kakao atau cokelat. Mengingat Indonesia salah satu penghasil buah kakao terbesar.

“Namun, buah kakao di Indonesia belum mengalami bioproses yang disebut dengan fermentasi,” kata Made Tri Ari saat menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Teknologi Bioproses untuk Pengolah Biomassa: Menuju Indonesia Berbasis Bioekonomi” di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Sabtu, 24 Agustus 2024.

Baca Juga: Sampah Plastik dari Indonesia Berlayar Sampai Afrika

Fermentasi memegang peran besar untuk menentukan aroma dan rasa cokelat sehingga dapat bernilai lebih. Fermentasi ini memanfaatkan bakteri asam laktat dan asam asetat dalam prosesnya.

Selain itu, biomassa lain yang dapat diolah adalah singkong atau cassava. Potensi dari singkong sangat besar, bahkan memiliki angka produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan padi dan jagung. Sekaligus mendorong kesempatan pengolahan singkong sebagai solusi ketahanan pangan.

Bioproses fermentasi singkong berguna untuk meningkatkan nilai dari produk. Salah satunya menurunkan kadar sianida dan menghilangkan warna sehingga dapat dihasilkan tepung berkualitas tinggi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: biomassaMade Tri Ari Penia Kresnowatitandan kosong sawitteknologi bioproses

Editor

Next Post
Ilustrasi panel surya. Foto schropferoval/Pixabay.com.

Kementerian ESDM Klaim RUU EBET Atur Penyediaan Listrik Lebih Murah

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media