Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mailinda Eka Yuniza, Bauran Energi Indonesia Masih Didominasi Energi Fosil

Realisasi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi primer baru mencapai 13,1 persen pada 2023. Jauh dari target 23 persen pada 2025.

Rabu, 16 Juli 2025
A A
Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Mailinda Eka Yuniza. Foto Dok. FH UGM.

Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Mailinda Eka Yuniza. Foto Dok. FH UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Mailinda juga menyoroti pentingnya benchmarking dalam pengembangan kebijakan transisi energi, baik di negara maju yang telah mengimplementasikan maupun negara berkembang.

“Negara-negara maju yang mendorong ER ini memberi pelajaran kepada Indonesia untuk dapat memastikan kerangka regulasi yang kuat. Dan komitmen terhadap dekarbonisasi jangka panjang,” tegas dia.

Sementara benchmarking terhadap negara berkembang menunjukkan upaya transisi energi yang didorong kombinasi dukungan internasional dan kebijakan nasional. Sekaligus memberi pelajaran bagi Indonesia untuk menggaet dukungan internasional, perencanaan yang matang, dan pendekatan inklusif untuk memastikan keadilan sosial pada proses transisi energi.

Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Mendesak UU Kehutanan Lama Dicabut, Diganti UU Kehutanan Baru yang Adil

Dengan memahami praktik internasional tersebut, Mailinda menyoroti bagaimana Indonesia dapat merumuskan pendekatan implementasi ER dengan melihat peluang dan tantangan yang ada di dalam negeri.

Adapun peluang yang meliputi penghematan biaya operasional PLTU yang sudah tua, membuka akses kesempatan memperoleh pendanaan internasional, mempercepat integrasi EBT dalam bauran energi nasional, dinilai telah menunjukkan political will yang kuat dalam komitmen mitigasi iklim global, dan transformasi ekonomi hijau.

“Bauran energi nasional masih didominasi oleh batubara dan minyak, juga perlu dukungan panduan perencanaan dan kebijakan yang memadai,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bauran energienergi baru terbarukanEnergi fosilFakultas Hukum UGMProf. Mailinda Eka Yuniza

Editor

Next Post
Wisatawan asal Swiss jatuh di Gunung Rinjani, 16 Juli 2025. Foto Dok. Kemenhut.

Lagi, Wisatawan Asal Swiss Jatuh di Gunung Rinjani dan Alami Patah Kaki

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media