Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Masyarakat Sipil: Perusahaan Karet di Jambi Diduga Lakukan Greenwashing

Greenwashing bisa diartikan pencitraan perusahaan untuk tampak ramah lingkungan, tetapi sebenarnya mengeksploitasi lingkungan. Konflik lahan di Jambi diduga dilatarbelakangi praktik itu.

Kamis, 27 Oktober 2022
A A
Ilustrasi pohon yang ditebang. Foto Carick/pixabay.com

Ilustrasi pohon yang ditebang. Foto Carick/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di Provinsi Jambi terdapat 18 izin Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan total luasan 686.662,42 hektare, 14 izin berstatus aktif, dan 4 lainnya tidak aktif. Namun izin-izin konsesi tersebut menyimpan persoalan terkait konflik penguasaan lahan, kerusakan ekosistem, dan sumber daya alam (SDA), dan pola kemitraan yang tidak adil bagi masyarakat. Salah satunya diduga dilakukan PT. Lestari Asri Jaya (LAJ). Demikian pernyataan bersama yang diterima Wanaloka.com, 25 Oktober 2022 dari lembaga-lembaga peduli lingkungan yang mengatasnamakan Organisasi Masyarakat Sipil.

Apakah PT LAJ itu? Ini adalah perusahaan karet alam berkelanjutan. PT LAJ sendiri merupakan anak perusahaan PT Royal Lestari Utama (RLU) yang dimiliki Michelin Group, sebuah perusahaan ban dunia.

Kepemilikan Michelin atas PT RLU berawal sejak perusahaan ban raksasa itu mengadopsi kebijakan NDPE pada 2015. Kemudian berinvestasi dan menggandeng Barito Pacific Group untuk membangun perkebunan dan pengolahan karet alam ‘berkelanjutan’ PT. Royal Lestari Utama (RLU) dengan kepemilikan 51 persen oleh Barito Pacific Group dan 49 persen oleh Michelin. Pada Juni 2022, Michelin membeli sisa saham yang dimiliki oleh Barito Pacific Group, sehingga Michelin adalah pemilik utama RLU 1 .

Baca Juga: Banjir di Kotawaringin Barat Ribuan Warga Mengungsi, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

Lantas seperti apakah konflik penguasaan lahan oleh PT LAJ?

PT. LAJ memiliki izin konsesi seluas 61.495 hektare di Jambi. Atas nama izin konsesi, pihak perusahaan dinilai melakukan penggusuran kebun-kebun masyarakat Desa Pemayungan, Jambi sehingga tanaman-tanaman rusak. Perusahaan juga diduga melakukan intimidasi dan kriminalisasi dengan melaporkan masyarakat kepada polisi. Dan polisi pun mengirimkan surat pemanggilan kepada masyarakat dengan alasan wawancara.

Tindakan-tindakan itu dilakukan agar masyarakat menyerahkan lahan yang dikelola. Padahal aktivitas pertanian masyarakat di sana telah ada jauh sebelum perusahaan hadir. Konflik dipicu karena ketimpangan penguasaan ruang kelola, tertutupnya data dan dokumen terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA), pelanggaran prosedur dan lemahnya penegakan hukum, serta tidak adanya pelibatan masyarakat.

Baca Juga: Beruntun, Enam Warga Tewas Tertimbun Longsor

Tindakan polisi dan perusahaan dinilai sebuah pelanggaran terhadap jaminan atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang dijamin Pasal 28 G ayat (1) UUD 1945. Ada dugaan pelanggaran hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Pemayungan.

Upaya pembukaan lahan secara masif, berskala besar, dan kebijakan perusahaan yang membuat Wildlife Conservation Area (WCA) atau Wilayah Cinta Alam di sekitar kebun masyarakat, juga menimbulkan konflik antara petani dan satwa liar gajah sumatera. Tiap pagi, masyarakat harus berhadapan dengan penggusuran oleh perusahaan. Malam hari, masyarakat harus berjibaku menghalau masuknya kelompok gajah ke kebun mereka.
Kondisi ini menunjukkan ketimpangan tata kelola pemerintah dan buruknya tata kelola perusahaan di lapangan yang tidak menghormati hak-hak masyarakat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: greenwashingHutan Tanaman Industrikerusakan ekosistemkonflik penguasaan lahanOrganisasi Masyarakat Sipilperusahaan karetWalhiWalhi Jambi

Editor

Next Post
Ilustrasi keselamatan pendakian. Foto Pexels/pixabay.com

Ini Pesan untuk Tim Relawan Penyelamatan Pendaki Gunung

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media