Ketiga, vitalisasi tapak perakaran dengan memberi pasokan oksigen dan energi baru ke akar, agar kambium mempercepat pembentukan kayu baru.
Sementara Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, Sasa Sofyan Munawar mengatakan, topik dalam webinar ini sangat penting seperti Kebun Raya yang mempunyai salah satu fungsinya untuk konservasi eksitu. Bagaimana kondisi atau status koleksi tumbuhan hidup itu sebagai representasi dari tumbuhan yang berada di hutan alam Indonesia.
“Kita akan semakin memahami betapa pentingnya pengoleksian dan pemeliharaannya, kita masih mempunyai representasi koleksinya apakah pohon sudah punah, dan sebagainya. Bagi Bapak Ibu yang instansinya mengelola kawasan berisi pohon (seperti Kebun Raya) itu sangat perlu untuk diidentifikasi,” papar dia.
Nilai spiritual dan ekologis tanaman dalam Al-Qur’an
Sementara hasil riset Peneliti Ahli Utama, Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban (PR KKP) BRIN, Prof. Hamdar Arraiyyah menemukan dalam kajian Surah Al-An’am ayat 99 berdasarkan Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama, bahwa tanaman tidak hanya dipandang sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidup manusia, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan pesan ekologis yang dapat memperkuat kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.
Kajian ini berangkat dari meningkatnya berbagai persoalan lingkungan di tingkat global. Dalam konteks tersebut, ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas alam dipandang menyimpan pesan yang relevan untuk membangun kesadaran ekologis sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan.
“Penelitian ini mengkaji hubungan antara dimensi material dan dimensi spiritual tanaman sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama, dengan fokus pada Surah Al-An’am ayat 99,” ujar Hamdar saat memaparkan hasil penelitiannya dalam kegiatan Bedah Riset dan Diskusi Artikel (BERANDA) #2 yang diselenggarakan PR KKP, Rabu, 1 Juli 2026.
Kajiannya menelaah bagaimana tafsir menjelaskan beragam jenis tanaman beserta manfaatnya bagi kehidupan manusia. Selain menguraikan fungsi material yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup, tafsir juga mengungkap nilai-nilai spiritual yang mengajak manusia mengenali tanda-tanda kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya.
Ia menjelaskan, sejumlah penelitian sebelumnya telah mengkaji tanaman dalam Al-Qur’an dari berbagai perspektif, seperti identifikasi spesies, manfaat kesehatan, nilai ekonomi, dan pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat. Namun, kajian yang secara khusus menelaah Surah Al-An’am ayat 99 masih relatif terbatas.
Hasil penelitian menunjukkan penafsiran mengenai tanaman dalam Al-Qur’an tidak berhenti pada penjelasan fungsi biologis maupun manfaat ekonominya. Namun juga memuat pelajaran tentang hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan alam semesta.
“Tanaman memiliki nilai material berupa manfaat dan nilai ekonomi, tetapi saat yang sama juga mengandung nilai spiritual yang memberikan pelajaran bagi manusia serta menunjukkan kebesaran Allah,” jelas Hamdar.
Kajian ini juga menunjukkan adanya dialog antara tafsir Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan. Dalam menjelaskan ayat-ayat tentang tanaman, Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama mengutip berbagai penjelasan ilmiah, termasuk pandangan ahli botani dan pembahasan mengenai proses-proses alam yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Pendekatan tersebut memperlihatkan penafsiran Al-Qur’an dapat diperkaya melalui perspektif ilmiah. Penjelasan mengenai air sebagai sumber kehidupan, pertumbuhan tanaman, hingga proses fotosintesis menjadi contoh bagaimana fenomena alam dipahami melalui perpaduan antara penafsiran keagamaan dan sains.
Ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan lingkungan saat ini tidak terlepas dari perilaku manusia yang merusak alam serta pola konsumsi yang tidak berkelanjutan. Pengembangan kajian terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan lingkungan dinilai penting untuk memperkuat kesadaran ekologis masyarakat.
Hamdar menambahkan upaya tersebut perlu didukung kolaborasi lebih erat antara ilmuwan keagamaan dan saintis dari berbagai disiplin ilmu. Sinergi lintas bidang diharapkan dapat memperkaya pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas fenomena alam sekaligus memperluas kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan dan persoalan kontemporer. [WLC02]
Sumber: BRIN






Discussion about this post