Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Melengkapi Data Terserak 44 Tahun Banjir Bandang Sangiang

Penelitian ini juga merupakan upaya untuk menghadirkan berbagai informasi bencana alam yang terjadi masa lalu, melalui tiga sumber pengetahuan, yaitu tradisi lisan, publikasi geologi, dan pemberitaan media.

Selasa, 7 Januari 2025
A A
Peringatan 44 tahun banjir bandang dan longsor di Sangiang, 26 Desember 2024. Foto Dok. Tim Peneliti Prodi Ilmu Sejarah FIB Unpad.

Peringatan 44 tahun banjir bandang dan longsor di Sangiang, 26 Desember 2024. Foto Dok. Tim Peneliti Prodi Ilmu Sejarah FIB Unpad.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peringatan Bencana Sangiang 1980 diselenggarakan pada 26 Desember 2024 lalu. Kali ini menapaksuai 44 tahun.  Ini adalah bencana nasional yang terjadi di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Banjir bandang dan tanah longsor yang menyebabkan 5 kampung di lereng Gunung Ciremai tersapu arus, sebanyak 139 orang tewas, 124 luka-luka, 14 orang dinyatakan hilang, serta sebanyak 600 kepala keluarga diungsikan ke pemukiman baru.

Tim Peneliti dari Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad), yang terdiri dari Budi Gustaman, Gani A. Jaelani, dan Fadly Rahman turut berpartisipasi dalam peringatan ini.

Mereka membuka kembali memori bencana yang terjadi 44 tahun silam dengan membuat panggung yang merepresentasikan kondisi rumah pada tahun 1980 yang terbawa banjir. Juga foto-foto dan pemberitaan media massa yang menarasikan kondisi pascabencana saat 29 Desember 1980 – 22 Agustus 1981.

Baca juga: Awal 2025, Ribuan Ternak Sapi Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku

Memori tersebut dihadirkan secara visual kepada para saksi hidup, generasi muda, serta masyarakat umum. Para peneliti mendapatkan data yang melimpah dari masyarakat Sangiang berupa hasil wawancara dengan para saksi hidup sejak Februari 2024 lalu.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini melibatkan mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah, yakni Saeful Uyun dan Ditha Sri Adriani yang berpartisipasi dalam pembuatan peta bencana melalui tracking menuju zona bencana.

Salah seorang saksi hidup dari peristiwa tersebut, sekaligus pegiat budaya di Sangiang, Diding Jaenudin menyampaikan bahwa data-data yang diberikan para peneliti Unpad menjadi salah satu pemicu masyarakat untuk menyuguhkan peringatan bencana dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Trekking ke Situ Gunung Sukabumi Lewat Jembatan Gantung Setengah Kilometer

Melalui data-data tersebut, masyarakat memiliki bukti-bukti otentik terkait bencana yang pernah menimpa Desa Sangiang 44 tahun lalu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: banjir bandangbencana Sangaing 1980FIB UnpadKabupaten Majalengka

Editor

Next Post
Banjir landa empat desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, 7 Januari 2025. Foto Dok. BPBD Serdang Bedagai.

Banjir di Empat Desa Serdang Bedagai Akibat Tanggul Jebol

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media