Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Memaksimalkan Potensi Kemenyan, Kapur Barus dan Cengkeh Menjadi Parfum

Tanaman yang sering dianggap mistis seperti kemenyan dan kapur barus (kamper), diburu industri kosmetik dunia, terutama dari Prancis dan Eropa.

Senin, 2 Maret 2026
A A
Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.

Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Kekayaan atsiri Indonesia juga tidak berhenti di kemenyan dan kapur. Aswandi juga memperkenalkan “Parfum Clowee”, sebuah produk berbasis cengkeh yang sangat merepresentasikan kekayaan alam Nusantara. Menariknya, riset BRIN menemukan bahwa aroma cengkeh Indonesia tidaklah seragam.

“Meskipun Maluku dikenal sebagai pusatnya, setiap daerah di Indonesia memiliki karakter aroma cengkeh yang berbeda-beda, karena masing-masing dari kandungan senyawa cengkeh itu sendiri. Kami sudah mencoba di Maluku, Manado, dan Sumatra, semuanya berbeda,” jelas Aswandi.

Diffuser dan skincare

Inovasi lain dari wewangian adalah “Reed Diffuser” atau pewangi ruangan alami. Aswandi menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih sering menggunakan pewangi ruangan berbahan sintetik di berbagai tempat. Padahal ada risiko kesehatan yang mengintai di baliknya.

Baca juga: Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur dengan Bioaktivator

“Seringkali kalau kita masuk ke sebuah ruangan, aroma wangi yang tercium itu berasal dari bahan kimia atau sintetik. Kalau dihirup dalam jangka panjang, ini sebenarnya berisiko bagi kesehatan kita,” jelas Aswandi.

Penggunaan pewangi dari senyawa alami yang dihasilkan PRBT BRIN jauh lebih aman, karena tidak meninggalkan residu berbahaya di dalam tubuh. Selain lebih sehat, inovasi pewangi ruangan alami ini menjadi solusi nyata untuk meningkatkan nilai jual komoditas lokal.

Tak hanya inovasi pewangi, BRIN juga mengembangkan produk perawatan kulit (skincare) menggunakan teknologi nano-emulsi. Produk ini meliputi serum dan krim wajah yang memanfaatkan kekuatan minyak kemenyan dan nilam.

“Nah, produksi dari minyak kemenyan, juga ,kami coba bikin semacam krim, dibikin emulsi. Produknya hampir sama dengan serum, dengan tujuan bagaimana bisa memperbaiki struktur kulit agar lebih terhidrasi dan glowing,” terang dia.

Kepala Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Muhammad Imam Surya menegaskan kualitas bahan alam asli Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan bahan sintetis impor. Ia mengajak masyarakat dan industri untuk bangga menggunakan produk lokal.

“Kita tidak perlu terlalu bangga dengan parfum dari Paris atau Italia. Produk asli kita ternyata jauh lebih oke dan terbukti pihak luar pun sangat berminat dengan produk kita,” kata Imam.

Saat ini, sekitar 80 persen bahan baku kosmetik di Indonesia masih diimpor. Ironisnya, bahan mentahnya seringkali berasal dari Indonesia yang diekspor murah, lalu dibeli kembali oleh masyarakat dalam bentuk produk jadi yang mahal. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINKapur BarusKemenyanminyak atsiri

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.

Etty Riani, Yang Berpotensi Masuk Dalam Darah adalah Nanoplastik, Bukan Mikroplastik

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media