Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mempercantik Sudut-sudut Kota Bandung dengan Mural Warna Warni

Karya seni mural bisa menginspirasi warga untuk lebih menghargai ruang publik, serta memperkuat identitas dan budaya suatu kawasan.

Kamis, 15 Mei 2025
A A
Instalasi mural untuk mempercantik kawasan Lembur Katumbiri, Kota Bandung, 6 Mei 2025. Foto Dok. ITB.

Instalasi mural untuk mempercantik kawasan Lembur Katumbiri, Kota Bandung, 6 Mei 2025. Foto Dok. ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Terus, ide untuk membuat ‘kampung warna-warni’ muncul, lalu saya gambar ulang secara digital. Nah, sekarang baru bisa terwujud,” papar dia.

Proses pengerjaan mural yang memakan waktu 17 hari ini melibatkan sekitar 200 orang pekerja dari berbagai elemen masyarakat.

Baca juga: Makanan Tambahan dengan Daun Kelor, Gizi Balita Stunting di Gunungkidul Alami Perbaikan

Setiap kali bepergian dan melihat ruang atau bangunan menarik, ia selalu membuat simulasi digital atau manual dalam proses pewarnaan untuk melatih imajinasi. Salah satunya yang akhirnya terealisasi adalah karya mural tersebut.

Berbeda dari mural biasa, karya tersebut bersifat seperti lukisan utuh yang saling terhubung antar rumah. Ia menekankan bahwa pendekatan seninya tidak menggunakan pola satu rumah satu warna, melainkan setiap bidang memiliki detail tersendiri yang saling menyatu membentuk visual besar yang harmonis.

Captain John mengatakan bahwa terwujudnya karya Lembur Katumbiri ini merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Bandung hingga masyarakat sekitar.

Baca juga: Perumusan Kebijakan Energi Nasional Jangan Abaikan Masyarakat Adat

“Kolaborasi ini bukti, bahwa karya seni dapat tumbuh dari semangat gotong royong serta dukungan kolektif warga sekitar dalam mewujudkan ruang tematik yang inspiratif,” tutur dia.

Adapun tema lukisan yang diangkat dalam Lembur Katumbiri membawa nilai edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satunya, gambar ceplok telur dan ayam, sebagai simbol pentingnya asupan gizi yang terjangkau.

“Nilai-nilai gizi yang murah dan bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Captain John.

Baca juga: Lokasi Penemuan 19 Pohon Ganja di Areal Penggunaan Lain di Kerinci

Ia menegaskan harapan agar seni juga menjadi media penyampai pesan kesehatan yang harus diupayakan oleh seluruh golongan masyarakat.

Melalui kehadiran Lembur Katumbiri, karya seni ini diharapkan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memberikan dampak multiplier bagi masyarakat sekitar, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun budaya. Captain John pun berpesan kepada para pengunjung agar turut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar sehingga kawasan ini dapat terus menjadi ruang wisata tematik yang inklusif, inspiratif, dan membanggakan Kota Bandung. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FSRD ITBJalan Lodaya Kota BadnungJohn Martonokawasan wisata Lembur KatumbiriKota Bandunglukisan mural

Editor

Next Post
Warga Rempang berkumpul, berpantun, berorasi dan bersalawat untuk menolak relokasi. Foto Istimewa.

Rekomendasi Pakar Sosioagraria, Kebijakan PSN Pulau Rempang Harus Dievaluasi Total

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media