Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mendaki Gunung yang Netral Karbon, Apakah Itu?

Mendaki gunung, maupun melakukan kegiatan lain wisata alam semestinya juga tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Salah satunya untuk menurunkan emisi karbon.

Sabtu, 8 Oktober 2022
A A
Ilustrasi mendaki gunung. Foto zapCulture/pixabay.com

Ilustrasi mendaki gunung. Foto zapCulture/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

“Yang paling penting harus timbul dulu kesadaran diri dari masing-masing, bahwa hampir setiap kegiatan yang kita lakukan menghasilkan emisi karbon,” kata Strategic Partnerships Lead Jejak.in, Bogar Baskoro.

Ketua Pelaksana Baka-Raya Project, Raditya Anggoro menambahkan, penerapan netral karbon tidak hanya dilakukan dalam pendakian. Melainkan juga pada kegiatan lainnya di alam, seperti arung jeram. Upaya itu dilakukan sedari perencanaan perjalanan dengan memperhatikan komponen-komponen penghasil emisi karbon yang kemungkinan akan muncul selama berkegiatan.

Baca Juga: KLHK: Validasi Proyek Karbon Hutan Tak Sesuai Aturan Harus Dihentikan

Selain menggelar diskusi, Mapala UI juga melakukan kampanye pendakian netral karbon, berkontribusi dalam pembukaan jalur baru untuk pendakian Gunung Bukit Raya, serta inisiasi proyek sosial Pojok Literasi di Taman Nasional Bukit Baka dan Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Agustus lalu.

Ketua Mapala UI, Magkma berharap, tema pendakian netral karbon dapat membangkitkan kesadaran dan semangat para calon anggota Mapala untuk turut melestarikan lingkungan hidup di tengah krisis iklim global.

“Dan semoga gerakan ini bisa memotivasi masyarakat luas untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan alam,” imbuh Magkma. [WLC02]

Sumber: UI

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Emisi karbonGunung Bukit RayaMapala UImendaki guungnetral karbonpariwisatapendakian yang netral karbonperubahan iklimsenyawa CO2

Editor

Next Post
Dampak cuaca ekstrem, hujan lebat memicu banjir setinggi 2 meter di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada Rabu 5 Oktober 2022. Foto Dok BNPB.

Cuaca Ekstrem di 32 Provinsi hingga 15 Oktober 2022

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media