Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mendaki Gunung yang Netral Karbon, Apakah Itu?

Mendaki gunung, maupun melakukan kegiatan lain wisata alam semestinya juga tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Salah satunya untuk menurunkan emisi karbon.

Sabtu, 8 Oktober 2022
A A
Ilustrasi mendaki gunung. Foto zapCulture/pixabay.com

Ilustrasi mendaki gunung. Foto zapCulture/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

“Yang paling penting harus timbul dulu kesadaran diri dari masing-masing, bahwa hampir setiap kegiatan yang kita lakukan menghasilkan emisi karbon,” kata Strategic Partnerships Lead Jejak.in, Bogar Baskoro.

Ketua Pelaksana Baka-Raya Project, Raditya Anggoro menambahkan, penerapan netral karbon tidak hanya dilakukan dalam pendakian. Melainkan juga pada kegiatan lainnya di alam, seperti arung jeram. Upaya itu dilakukan sedari perencanaan perjalanan dengan memperhatikan komponen-komponen penghasil emisi karbon yang kemungkinan akan muncul selama berkegiatan.

Baca Juga: KLHK: Validasi Proyek Karbon Hutan Tak Sesuai Aturan Harus Dihentikan

Selain menggelar diskusi, Mapala UI juga melakukan kampanye pendakian netral karbon, berkontribusi dalam pembukaan jalur baru untuk pendakian Gunung Bukit Raya, serta inisiasi proyek sosial Pojok Literasi di Taman Nasional Bukit Baka dan Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Agustus lalu.

Ketua Mapala UI, Magkma berharap, tema pendakian netral karbon dapat membangkitkan kesadaran dan semangat para calon anggota Mapala untuk turut melestarikan lingkungan hidup di tengah krisis iklim global.

“Dan semoga gerakan ini bisa memotivasi masyarakat luas untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan alam,” imbuh Magkma. [WLC02]

Sumber: UI

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Emisi karbonGunung Bukit RayaMapala UImendaki guungnetral karbonpariwisatapendakian yang netral karbonperubahan iklimsenyawa CO2

Editor

Next Post
Dampak cuaca ekstrem, hujan lebat memicu banjir setinggi 2 meter di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada Rabu 5 Oktober 2022. Foto Dok BNPB.

Cuaca Ekstrem di 32 Provinsi hingga 15 Oktober 2022

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media