Senin, 23 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Orangutan Tapanuli

Diperkirakan populasi orangutan tapanuli saat ini berjumlah 760 individu dengan persebaran di wilayah Batang Toru Barat, Batang Toru Timur, Cagar Alam Lubuk Raya dan Caga Alam Sibualbuali.

Senin, 5 September 2022
A A
Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.

Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara resmi telah mengumumkan spesies baru orangutan (Pongo), yaitu Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) pada November 2017. Para peneliti memperikirakan populasi mawas tapanuli saat ini lebih dari 600 orangutan di wilayah Batang Toru.

Kehidupan primata bertubuh besar ini soliter, sehingga perkembangbiakannya termasuk lambat. Dalam rentang waktu 6 hingga 9 tahun, orangutan betina mengalami satu kali kelahiran dengan jumlah bayi yang dilahir satu.

Waktu pertama kali melahirkan bagi individu mawas betina pada umur 14 tahun, sedangkan mawas jantan melakukan perkawinan pada usia 25 tahun.

Baca Juga: Belajar Membangun dengan Melindungi Hutan dari Masyarakat Mentawai

Masa kemampuan hidup orangutan diperkirakan antara 50 tahun hingga 60 tahun. Daya jelajah per individu orangutan 300 hingga 5.000 hektar.

Secara genetika mawas tapanuli berbeda dengan orangutan sumatera (Pongo abelii) dan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus).

Orangutan tapanuli memiliki tengkorak dan tulang rahang lebih halus, rambut lebih tebal dan keriting. Mawas tapanuli jantan memiliki jenggot yang menonjol dengan bantalan pipi berbentuk datar yang dipenuhi oleh rambut halus berwarna pirang. Suara panggilan jarak jauh (long call) jantan dewasa berbeda.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kementerian LHKkonflik orangutan dengan wargaKonservasi orangutanMawas tapanuliMengenal orangutan tapanuliorangutanOrangutan kalimantanOrangutan sumateraOrangutan tapanuliPopulasi orangutanPopulasi orangutan tapanuli

Editor

Next Post
Konflik Orangutan tapanuli dengan warga Sipirok berakhir menggembirakan. Foto KSDAE Kementerian LHK.

Konflik Orangutan Tapanuli dengan Warga Sipirok Berakhir Menggembirakan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media