Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Superflu, Virus Influenza yang Ada Sejak 1968

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, puncak kasus terjadi pada Agustus 2025 dengan subklade K sebagai yang dominan.

Senin, 12 Januari 2026
A A
Ilustrasi vaksinasi global. Foto neelam279/pixabay.com.

Ilustrasi vaksinasi global. Foto neelam279/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, Desdiani menegaskan istilah “superflu” bukanlah nama penyakit baru. Melainkan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan kasus influenza yang disebabkan strain tertentu virus influenza.

Istilah superflu merujuk pada virus influenza A subtipe H3N2, khususnya subklade K, yang menyebar lebih cepat dan menyebabkan lonjakan signifikan kasus flu musiman. Hampir 90 persen kasus flu terbaru disebabkan strain ini.

Namun istilah tersebut tidak dimaksudkan sebagai klasifikasi ilmiah baru. Hanya untuk menyoroti perubahan perilaku virus yang terus berevolusi. Bahkan subtipe influenza A/H3N2 telah ada sejak 1968 dan sudah mengalami lebih dari selusin perubahan, salah satunya subklade K.

Baca juga: Alat Deteksi Banjir Energi Surya untuk Antisipasi Banjir Susulan di Bener Meriah

“Virus influenza terus mengalami mutasi untuk menghindari sistem kekebalan tubuh manusia. Karena itu, vaksin flu perlu diperbarui secara berkala,” kata Desdiani.

Meskipun musim flu tahun ini dimulai lebih awal, tingkat penyebaran dan keparahan penyakit masih berada dalam batas normal untuk musim influenza. Hal yang perlu mendapat perhatian utama adalah beban terhadap sistem layanan kesehatan di berbagai wilayah, yang sangat bergantung pada aktivitas virus serta ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan.

Puncak kasus di Indonesia Agustus 2025

Pemantauan influenza secara global dilakukan melalui Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS), yakni jaringan yang dikoordinasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan melibatkan lebih dari 160 institusi di 131 negara. Sistem ini berfungsi memantau virus influenza sepanjang tahun sekaligus menjadi peringatan dini terhadap munculnya virus baru yang berpotensi pandemi.

Baca juga: Satgas DPR Ungkap Empat Masalah Utama Penanganan Bencana Sumatra

Di negara tropis, aktivitas influenza relatif rendah pada Juni hingga Agustus 2025. Kasus mulai meningkat pada September dan terus naik hingga November 2025, dengan dominasi influenza A/H3N2.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Kedokteran IPB UniversityInfluenza A (H3N2) Subclade KSuperfluVaksinasi Influenza

Editor

Next Post
Kondisi banjir di Aceh yang belum surut hingga 27 November 2025. Foto BPBA Aceh.

Akumulasi Penyebab Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Terjadi di Hulu Aliran Sungai

Discussion about this post

TERKINI

  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.comPrevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru
    In Rehat
    Rabu, 14 Januari 2026
  • KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi
    In News
    Rabu, 14 Januari 2026
  • Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat
    In IPTEK
    Selasa, 13 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media