Kamis, 30 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Tanda-tanda Cuaca Ekstrem Lewat 3 Jenis Awan

Salah satu cara mengetahui terjadi tidaknya cuaca ekstrem adalah dengan melihat bentuk, warna dan kepadatan gumpalan awan.

Rabu, 15 November 2023
A A
Ilustrasi awan Nimbostratus. Foto Wanaloka.com.

Ilustrasi awan Nimbostratus. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Memperbaiki lingkungan harus dilakukan karena perubahan iklim tidak bisa dihentikan, tapi bisa ditahan laju kenaikannya agar tidak terlalu tinggi. Peredaman bisa dilakukan dengan adaptasi dan mitigasi,” tegas Erma.

Adaptasi merupakan kondisi untuk mindset, bahwa saat ini kondisi sudah tidak baik-baik saja. Dan mitigasi berarti menjaga supaya tidak ada lagi alih fungsi lahan yang merusak.

Baca Juga: Tertunda Pandemi 2021, Watchdoc Terima Penghargaan Ramon Magsaysay

“Kita mulai dari diri kita, dengan menanam pohon di sekitar rumah, tidak membakar sampah dan sering menggunakan sepeda bisa dilakukan sehari-hari. Itu bagian kecil langkah kita untuk menghadapi atau mengurangi dampak dari kondisi cuaca ekstrem,” imbau Erma.

Waspadai Pohon dan Baliho Ambruk
Komisi V DPR yang membidangi urusan pekerjaan umum, perhubungan, dan cuaca meminta keseriusan pemerintah daerah (Pemda) melakukan mitigasi dan antisipasi bencana. Mengingat saat ini sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mengingatkan ancaman bencana pohon tumbang maupun pemasangan billboard dan baliho ambruk saat hujan disertai angin kencang. Bencana tersebut berpotensi merusak jalan, trotoar, saluran air, atau infrastruktur publik lainnya.

Baca Juga: Gunung Api Dukono Kembali Meletus, Ini Daftar Gunung Paling Aktif Erupsi

“Kalau tidak menjadi perhatian serius, ada risiko yang lebih besar yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat kita,” terang legislator dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II dalam rilis tertanggal 15 November 2023.

Iwan Aras juga meminta pemerintah pusat dan daerah bersinergi untuk menghadapi ancaman bencana banjir dan longsor akibat musim hujan. Ia menyebut, kesiapan Pemerintah menjadi kunci mengurangi risiko potensi bencana.

“Bencana alam memang sulit diprediksi, tapi dampaknya bisa dicegah dengan mitigasi yang baik. Tentunya peran serta stakeholder terkait diperlukan untuk meminimalisir dampak dari bencana alam,” ujar Iwan Aras.

Baca Juga: Nelayan Kumpulkan 171,78 Ton Sampah Laut Sejak Juli-Agustus 2023

Upaya mitigasi dilakukan, seperti memaksimalkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana agar selalu waspada dan paham apa yang harus dilakukan saat ada tanda-tanda bencana datang.

Pemda yang wilayahnya masuk kategori rawan bencana harus sudah menyiapkan strategi siaga bencana. Baik melalui kerja sama antara Pemda, BMKG, BPBD, Basarnas, Kementerian PUPR, Kemensos, TNI/Polri, relawan dan stakeholder lainnya secara efektif.

Khusus untuk BMKG, Iwan Aras mengingatkan agar terus memberikan informasi terkait dengan cuaca terbaru. Sementara bagi masyarakat, ia mengimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bencana.

“Sikap kehati-hatian akan menyelamatkan kita dan keluarga dari bencana. Pantau selalu informasi dari BMKG, dan bersiap atas segala risiko. Mengantisipasi menjadi bagian dari mitigasi bencana yang dapat dilakukan masyarakat,” ucap Iwan Aras. [WLC02]

Sumber: BRIN, DPR

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Adaptasi dan Mitigasiangin kencangawan altocumulusawan Cumulonimbusawan nimbostratusBRINCuaca EkstremErma Yulihastinhujan lebatKomisi V DPR

Editor

Next Post
Ilustrasi gas bumi. Foto pushep.or.id.

Pemerintah dan Kampus Pilih Optimalkan Gas Bumi dalam Transisi Energi

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media