Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Bencana Susulan Galodo di Agam BNPB Ledakan Batuan Gunung Marapi

Rabu, 29 Mei 2024
A A
Kolonel Inf. Hery Setiono (depan) memimpin pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 29 Mei 2024, sebagai langkah mitigasi bencana susulan galodo. Foto BNPB.

Kolonel Inf. Hery Setiono (depan) memimpin pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 29 Mei 2024, sebagai langkah mitigasi bencana susulan galodo. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain dengan metode peledakan batu, juga menggunakan metode pemecahan batu dengan menggunakan alat breaker.

“Pada Rabu, tim pelaksana demolish telah mulai melaksanakan penataan dan pengeboran dua batu yang direncanakan (diledakan),” sebut Muhari.

Tim pelaksana demolish menetapkan radius aman ledakan sejauh 500 meter dari titik lokasi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua.

Dikatakan Muhari, pemerintah daerah menyosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat untuk mengungsi sementara selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Air Warga di TPA Piyungan Tercemar, Belajarlah Pengelolaan Sampah di TPST Bantar Gebang

“Hal ini guna menghindari beberapa risiko yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan demolish seperti flying rock atau lemparan batu, getaran, serta air blast atau rambatan udara yang dapat mengakibatkan longsornya batuan,” imbuh Muhari.

Mendukungan kelancaran pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi, BNPB memperpanjang operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) selama lima hari kedepan hingga 3 Juni 2024.

“TMC dilakukan dengan prioritas meminimalisir terjadinya hujan di lokasi peledakan,” pungkas Muhari. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir Bandang AgamBanjir Bandang dan Lahar Dingin Sumatera Baratbanjir lahar Sumatera BaratBencana GalodoMitigasi Bencana Susulan Galodo

Editor

Next Post
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

BMKG Sebut Potensi Kekeringan sampai Oktober 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media