Rabu, 26 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Bencana Susulan Galodo di Agam BNPB Ledakan Batuan Gunung Marapi

Rabu, 29 Mei 2024
A A
Kolonel Inf. Hery Setiono (depan) memimpin pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 29 Mei 2024, sebagai langkah mitigasi bencana susulan galodo. Foto BNPB.

Kolonel Inf. Hery Setiono (depan) memimpin pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 29 Mei 2024, sebagai langkah mitigasi bencana susulan galodo. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain dengan metode peledakan batu, juga menggunakan metode pemecahan batu dengan menggunakan alat breaker.

“Pada Rabu, tim pelaksana demolish telah mulai melaksanakan penataan dan pengeboran dua batu yang direncanakan (diledakan),” sebut Muhari.

Tim pelaksana demolish menetapkan radius aman ledakan sejauh 500 meter dari titik lokasi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua.

Dikatakan Muhari, pemerintah daerah menyosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat untuk mengungsi sementara selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Air Warga di TPA Piyungan Tercemar, Belajarlah Pengelolaan Sampah di TPST Bantar Gebang

“Hal ini guna menghindari beberapa risiko yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan demolish seperti flying rock atau lemparan batu, getaran, serta air blast atau rambatan udara yang dapat mengakibatkan longsornya batuan,” imbuh Muhari.

Mendukungan kelancaran pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi, BNPB memperpanjang operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) selama lima hari kedepan hingga 3 Juni 2024.

“TMC dilakukan dengan prioritas meminimalisir terjadinya hujan di lokasi peledakan,” pungkas Muhari. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir Bandang AgamBanjir Bandang dan Lahar Dingin Sumatera Baratbanjir lahar Sumatera BaratBencana GalodoMitigasi Bencana Susulan Galodo

Editor

Next Post
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

BMKG Sebut Potensi Kekeringan sampai Oktober 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media