Kamis, 14 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Bencana Susulan Galodo di Agam BNPB Ledakan Batuan Gunung Marapi

Rabu, 29 Mei 2024
A A
Kolonel Inf. Hery Setiono (depan) memimpin pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 29 Mei 2024, sebagai langkah mitigasi bencana susulan galodo. Foto BNPB.

Kolonel Inf. Hery Setiono (depan) memimpin pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 29 Mei 2024, sebagai langkah mitigasi bencana susulan galodo. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain dengan metode peledakan batu, juga menggunakan metode pemecahan batu dengan menggunakan alat breaker.

“Pada Rabu, tim pelaksana demolish telah mulai melaksanakan penataan dan pengeboran dua batu yang direncanakan (diledakan),” sebut Muhari.

Tim pelaksana demolish menetapkan radius aman ledakan sejauh 500 meter dari titik lokasi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua.

Dikatakan Muhari, pemerintah daerah menyosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat untuk mengungsi sementara selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Air Warga di TPA Piyungan Tercemar, Belajarlah Pengelolaan Sampah di TPST Bantar Gebang

“Hal ini guna menghindari beberapa risiko yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan demolish seperti flying rock atau lemparan batu, getaran, serta air blast atau rambatan udara yang dapat mengakibatkan longsornya batuan,” imbuh Muhari.

Mendukungan kelancaran pelaksanaan peledakan batuan besar Gunung Marapi, BNPB memperpanjang operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) selama lima hari kedepan hingga 3 Juni 2024.

“TMC dilakukan dengan prioritas meminimalisir terjadinya hujan di lokasi peledakan,” pungkas Muhari. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir Bandang AgamBanjir Bandang dan Lahar Dingin Sumatera Baratbanjir lahar Sumatera BaratBencana GalodoMitigasi Bencana Susulan Galodo

Editor

Next Post
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

BMKG Sebut Potensi Kekeringan sampai Oktober 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media