Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Penanganan mitigasi konflik dengan gajah, selain cara konvensional kini mulai lazim dilakukan dengan pemanfaatan teknologi GPS collar.

Selasa, 4 April 2023
A A
Mitigasi konflik dengan gajah, memanfaatkan GPS collar. Foto PPID Kementerian LHK.

Mitigasi konflik dengan gajah, memanfaatkan GPS collar. Foto PPID Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Ini Sumber Gempa Padang Sidempuan Magnitudo 6,4 Dirasakan Cukup Kuat

Pemanfaatan GPS collar kembali dilakukan BBTNBBS bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu pada gajah Ramadhani dari kelompok gajah Jambul yang berjumlah enam ekor, yang berada di kawasan TNBBS, pada 29 Maret 2023. Kelompok gajah tersebut ditemukan di daerah Gunung Gede dengan vegetasi semak belukar.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Krui, Maris Feriyadi menjelaskan, pemasangan GPS collar dapat memberikan kontribusi dalam upaya mitigasi interaksi negatif manusia dengan gajah liar di wilayah SPTN Wilayah III Krui.

Maris menyatakan, pemasangan kembali GPS collar pada kelompok gajah Jambul, agar lebih maksimal dalam pemantauan terhadap pergerakan kelompok gajah Bunga dan kelompok gajah Jambul.

Baca Juga: Hasil Studi BRIN: Frekuensi Terbentuknya Siklon Seroja Dua Tahun Sekali

“Kadang kala kelompok gajah Jambul bergabung dan berpisah dengan kelompok gajah Bunga sehingga menyulitkan tim Satgas dalam melakukan pemantauan dan penghalauan,” kata Maris.

Dengan pemasangan GPS collar pada kelompok gajah Jambul ini, Maris berharap lebih memudahkan dalam pemantauan pergerakan kelompok gajah tersebut.

“Sehingga upaya mitigasi dapat lebih dini dan optimal dilakukan,” imbuh Maris. [WLC01]

Sumber: PPID Kementerian LHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gajah SumateraGPS CollarKabupaten Pelalawankonflik gajah liar dengan wargaKonservasi gajah sumateramitigasi konflik dengan gajahTaman Nasional Bukit Barisan SelatanTaman Nasional Tesso Nilo

Editor

Next Post
Gempadewa di Kantor PWNU Jateng. Foto @Wadas_Melawan/twitter.com.

Gempadewa: Indonesia Tak Butuh Pemimpin yang Terapkan Konsinyasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media