Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Penanganan mitigasi konflik dengan gajah, selain cara konvensional kini mulai lazim dilakukan dengan pemanfaatan teknologi GPS collar.

Selasa, 4 April 2023
A A
Mitigasi konflik dengan gajah, memanfaatkan GPS collar. Foto PPID Kementerian LHK.

Mitigasi konflik dengan gajah, memanfaatkan GPS collar. Foto PPID Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Ini Sumber Gempa Padang Sidempuan Magnitudo 6,4 Dirasakan Cukup Kuat

Pemanfaatan GPS collar kembali dilakukan BBTNBBS bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu pada gajah Ramadhani dari kelompok gajah Jambul yang berjumlah enam ekor, yang berada di kawasan TNBBS, pada 29 Maret 2023. Kelompok gajah tersebut ditemukan di daerah Gunung Gede dengan vegetasi semak belukar.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Krui, Maris Feriyadi menjelaskan, pemasangan GPS collar dapat memberikan kontribusi dalam upaya mitigasi interaksi negatif manusia dengan gajah liar di wilayah SPTN Wilayah III Krui.

Maris menyatakan, pemasangan kembali GPS collar pada kelompok gajah Jambul, agar lebih maksimal dalam pemantauan terhadap pergerakan kelompok gajah Bunga dan kelompok gajah Jambul.

Baca Juga: Hasil Studi BRIN: Frekuensi Terbentuknya Siklon Seroja Dua Tahun Sekali

“Kadang kala kelompok gajah Jambul bergabung dan berpisah dengan kelompok gajah Bunga sehingga menyulitkan tim Satgas dalam melakukan pemantauan dan penghalauan,” kata Maris.

Dengan pemasangan GPS collar pada kelompok gajah Jambul ini, Maris berharap lebih memudahkan dalam pemantauan pergerakan kelompok gajah tersebut.

“Sehingga upaya mitigasi dapat lebih dini dan optimal dilakukan,” imbuh Maris. [WLC01]

Sumber: PPID Kementerian LHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gajah SumateraGPS CollarKabupaten Pelalawankonflik gajah liar dengan wargaKonservasi gajah sumateramitigasi konflik dengan gajahTaman Nasional Bukit Barisan SelatanTaman Nasional Tesso Nilo

Editor

Next Post
Gempadewa di Kantor PWNU Jateng. Foto @Wadas_Melawan/twitter.com.

Gempadewa: Indonesia Tak Butuh Pemimpin yang Terapkan Konsinyasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media