Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Modifikasi Cuaca BMKG Berhasil Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi di Jakarta

Senin, 9 Desember 2024
A A
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu upaya mitigasi terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya dampak dari curah hujan dan cuaca ekstrem, berhasil dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), BMKG sukses mengurangi risiko intensitas hujan hingga 67 persen di beberapa wilayah, sehingga menurunkan risiko banjir dan genangan. Operasi modifikasi cuaca BMKG dilaksanakan pada tanggal 7 dan 8 Desember 2024. Pada tanggal 5 Desember 2024, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yg diprediksi akan terjadi pada tanggal 6 hingga 8 Desember 2024, dan diprediksi berlanjut hingga 9 Desember 2024.

Cuaca ekstrem ini dipicu beberapa fenomena atmosfer yang terjadi dalam waktu yang bersamaan, dan diprakirakan dapat terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Jawa Barat, Banten Selatan dan Jakarta.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Retakan Tanah di Sukabumi Akibat Bibit Siklon dan Gempa

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, operasi modifikasi cuaca bertujuan mengurangi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta. Langkah ini bagian dari mitigasi lanjut terhadap hasil prakiraan dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

Dwikorita menegaskan, upaya ini dilakukan dengan melakukan penyemaian awan selama dua hari berturut-turut. Sebanyak lima sortie penerbangan membawa empat ton bahan semai untuk mengendalikan distribusi hujan di wilayah Jakarta.

“Operasi ini bertujuan untuk mengurangi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, yang sering melanda Jakarta akibat intensitas hujan yang tinggi. Hasilnya, kami berhasil menurunkan curah hujan di sejumlah wilayah dengan intensitas pengurangan mencapai 13 perdsen hingga 67 persen pada tanggal 7 dan 8 Desember 2024, berdasarkan data satelit Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP),” kata Dwikorita dalam siaran pers BMKG pada Senin, 9 Desember 2024.

Baca Juga: Tiga Fokus Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi

Operasi modifikasi cuaca BMKG, kata Dwikorita, salah satu langkah strategis BMKG mendukung upaya mitigasi bencana di musim penghujan, terutama untuk mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencana hidrometeorologiKepala BMKG Dwikorita KarnawatiModifikasi Cuaca BMKG

Editor

Next Post
Gempa menengah menggoyang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada Selasa, 10 Desember 2024. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat pusat gempa.

Analisis BMKG Ini Pemicu Gempa Menengah di Kepulauan Talaud

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media