Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Moh. Yani: Lingkungan Tercemar Limbah B3 Tambang Bisa Dipulihkan Kembali

Pencemaran lingkungan akibat pertambangan, manufaktur dan pertanian dapat dipulihkan kembali. Teknik apakah yang digunakan?

Rabu, 30 Agustus 2023
A A
Guru Besar Teknik dan Manajemen Lingkungan IPB University, Prof Moh Yani. Foto Dok. IPB University.

Guru Besar Teknik dan Manajemen Lingkungan IPB University, Prof Moh Yani. Foto Dok. IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Penanganan Polusi Udara Jabodetabek dari Modifikasi Cuaca hingga Pakai Masker

Pengembangan teknik bioremediasi juga bisa dilakukan dengan teknik biopile, landfarming, bioslurry dan fitoremediasi. Berbagai teknik tersebut dikembangkan agar lebih efektif dan efisien dalam pengelolaan lingkungan tercemar. Pengembangan teknik biopile dan fitoremidiasi juga telah diuji coba pada skala laboratorium hingga skala lapangan di salah satu perusahaan pertambangan migas.

Teknik fitoremediasi berupa seleksi tanaman fitoremedian yang dilakukan untuk memilih jenis tanaman yang toleran terhadap minyak bumi pada konsentrasi tinggi atau total petroleum hydrocarbon (TPH). Beberapa tanaman fitoremedian yang potensial adalah jarak pagar atau kepyar, tagetes, sorghum, vetiver dan paspalum.

Baca Juga: Laut Indonesia Diguncang Gempa hingga Magnitudo 7,4 di Laut Jawa

“Pengembangannya juga dilakukan di area perusahaan minyak dengan menggunakan tanaman vetiver dan rumput bahia (paspalum),”imbuh Yani.

Penggunaan tanaman dengan penambahan BIO-OSD akan mempercepat degradasi polutan limbah B3 atau minyak bumi dari tanah tercemar. Setiap teknik bioremediasi memiliki karakteristik, keunggulan dan peruntukannya masing-masing tergantung kebutuhan dalam penanganan lingkungan tercemar limbah B3. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IPB Universitylimbah B3Prof. Moh Yaniteknik bioremediasiteknik pemulihan lingkungan

Editor

Next Post
Pusat gempa darat NTT magnitudo 6,1 pada Kamis, 31 Agustus 2023. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Gempa Darat 6,1 Magnitudo Guncang NTT

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media