Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penanganan Polusi Udara Jabodetabek dari Modifikasi Cuaca hingga Pakai Masker

Selasa, 29 Agustus 2023
A A
Menteri LHK, Menkes dan Pj. Gubernur DKI Jakarta usai ratas soal penanganan polusi udara. Foto Dok. BPMI Setpres.

Menteri LHK, Menkes dan Pj. Gubernur DKI Jakarta usai ratas soal penanganan polusi udara. Foto Dok. BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Presiden Joko Widodo menegaskan kegiatan pengendalian penanganan polusi udara harus dilakukan berbasis pada kesehatan masyarakat. Penegasan tersebut merupakan hasil rapat terbatas bersama jajarannya yang membahas peningkatan kualitas udara di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 28 Agustus 2023.

“Jadi cara-cara penyelesaiannya harus berdasar atau basis kesehatan. Semua kementerian dan lembaga diminta tegas dalam mengambil kebijakan, melangkah, dan operasi lapangan,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar usai rapat.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan sejumlah strategi untuk menekan tingkat polusi udara di wilayah Jabodetabek. Seperti teknik modifikasi cuaca pada 27 Agustus 2023 yang telah menurunkan angka indeks standar pencemar udara (ISPU) secara signifikan.

Baca Juga: Laut Indonesia Diguncang Gempa hingga Magnitudo 7,4 di Laut Jawa

Hasil pengamatan KLHK, hujan turun di Bogor pada pukul 15.30 WIB tanggal 27 Agustus 2023. Usai hujan, angka ISPU 97 untuk PM 2,5 kemudian drop menjadi 29 pada pukul 18.30 WIB.

“Artinya, kualitas udaranya jadi baik. Itu yang di Bogor,” kata Siti.

Proses modifikasi cuaca perlu diperkuat berdasarkan kondisi yang ada karena membutuhkan awan dengan persyaratan tertentu sesuai ketentuan klimatologi. Pemerintah juga melakukan langkah lain, yaitu melakukan teknik modifikasi cuaca mikro dan tirai air. Teknik modifikasi tirai air adalah sirkulasi air, tetapi perlu dipasang di teras-teras gedung-gedung besar yang menghadap ke ruang publik.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Bolmongsel, Satu Orang Meninggal Seribuan Warga Terdampak

“Kalau sirkulasi airnya terus menerus kayak air mancur begitu, namanya pakai tirai. Itu juga akan memberikan uap air sebetulnya, sehingga bisa mempengaruhi,” jelas Siti.

Ia juga mengungkapkan sumber penurunan kualitas udara di wilayah Jabodetabek berasal dari banyak sektor, mulai dari transportasi hingga industri dan rumah tangga. Pihak KLHK akan melakukan penegakan hukum terhadap sumber-sumber pencemaran terutama di sektor industri serta memperketat uji emisi kendaraan.

“Yang sudah dilakukan (penegakan hukum) kemarin sampai tanggal 24 Agustus. Yang sudah dikenakan sanksi administratif 11 entitas. Kami akan melanjutkan langkah-langkah ini kira-kira 4-5 pekan ke depan,” papar Siti.

Baca Juga: 400 Hari Keliling Indonesia, Tim Ekspedisi Indonesia Baru Masuki Garis Finish

Masker KF94 atau KN95
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menambahkan ada enam penyakit gangguan pernapasan yang paling banyak dialami masyarakat akibat polusi udara Jabodetabek itu. Meliputi pneumonia, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), asma, kanker paru, tuberkulosis, dan penyakit paru obstuksi kronis (PPOK).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: berbasis kesehatan masyarakatBPJS Kesehatanmasker KF94 dan KN95polusi udarapolusi udara di JabodetabekTeknologi Modifikasi Cuacauji emisi kendaraan

Editor

Next Post
Hiu paus yang terancam punah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Hiu Paus Terancam Punah dan Biaya Pemantauan Mahal

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media