Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Momen Langka Menetasnya Telur Elang Jawa Terekam CCTV

International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan elang jawa dalam red list, satwa yang terancam punah. Satwa raptor ini hanya sekali berkembang biak dalam dua tahun.

Senin, 14 Maret 2022
A A
Anak dan induk Elang jawa di sarang yang berada di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ), Loji, Bogor, Jawa Barat. Foto tangkap layar youtube Kementerian LHK.

Anak dan induk Elang jawa di sarang yang berada di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ), Loji, Bogor, Jawa Barat. Foto tangkap layar youtube Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com –  Kabar menggembirakan datang dari Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ), Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Loji, Bogor, Provinsi Jawa Barat. Peristiwa langka menetasnya telur elang jawa  terekam CCTV.

Dalam rekaman berdurasi 4 jam 34 detik itu, induk elang jawa tampak tenang mengerami telurnya menjelang detik-detik menetas, namun lalu ia tiba-tiba bergegas terbang. Dari sela-sela pecahan telur, muncul kepala anakan elang jawa, berbulu putih dan berparuh hitam.

Sang induk betina pun tak lama kembali ke sarangnya, melihat keadaan anaknya. Sela beberapa waktu, indukan jantan elang jawa datang ke sarang dengan membawa binatang hasil buruan. Binatang tersebut kemudian dicabik-cabik induk betina dan memberikannya kepada anaknya.

Baca Juga: Macan Tutul Rasi dan Slamet Ramadhan Diharapkan Berkembangbiak di Gunung Ciremai

Peristiwa menetasnya telur elang jawa di PSSEJ-TNGHS itu, kata Kepala Balai TNGHS Ahmad Munawir, terpantau melalui kamera CCTV yang dipasang di kandang rehabilitasi.

Telur elang jawa ini, buah perkawinan indukan betina (Dgytha) dan elang jantan (Rama). Pengeraman hingga menetasnya telur elang jawa sendiri membutuhkan waktu selama 50 hari.

“Berdasarkan data yang kami dapatkan dari monitoring kamera CCTV, telur terpantau berada di sarang pada tanggal 20 Januari 2022. Masa pengeraman merupakan proses penting dalam siklus hidup burung pemangsa atau raptor untuk keberlanjutan spesiesnya,” kata Munawir, Senin, 14 Maret 2022.

Baca Juga: Gempa Nias Hari Ini, Daryono: Kita Patut Mewaspadai Gempa Ini

Elang jawa hanya mengalami satu kali masa berkembang biak dalam dua tahun. Jumlah telurnya pun hanya satu sehingga secara alami tingkat populasinya rendah.

Anak elang jawa bersama kedua induknya di sarang yang berada di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ), Loji, Bogor, Jawa Barat. Foto tangkap layar youtube Kementerian LHK.
Anak elang jawa bersama kedua induknya di sarang yang berada di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ), Loji, Bogor, Jawa Barat. Foto tangkap layar youtube Kementerian LHK.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Elang jawaKementerian LHKProvinsi Jawa Baratpusat suaka Elang jawasatwa langka yang dilindungisatwa liar yang dilindungiTaman Nasional Gunung Halimun Salak

Editor

Next Post
Banjir melanda pemukiman warga di empat desa Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Foto Dok BNPB.

BNPB Imbau Warga Malang Antisipasi Banjir Susulan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media