Selasa, 28 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nana Sulaksana, Daerah Perlu Otonomi agar Cepat Sampaikan Peringatan Dini Erupsi Gunung Api

Gunung Semeru kembali erupsi dalam status Siaga. Status Awas baru turun sembilan jam kemudian. Sementara publik butuh informasi cepat sebagai upaya mitigasi.

Selasa, 6 Desember 2022
A A
Guru Besar Teknik Geologi Unpad, Prof. Nana Sulaksana. Foto Arsip Kantor Komunikasi Publik Unpad

Guru Besar Teknik Geologi Unpad, Prof. Nana Sulaksana. Foto Arsip Kantor Komunikasi Publik Unpad

Share on FacebookShare on Twitter

Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad itu mempertanyakan, ada tidaknya otonomi setiap daerah dalam mengurus pemantauan kegunungapian. Otonomi diperlukan agar rantai penyampaian informasi peringatan dini ke masyarakat menjadi lebih cepat.

“Penaikan status gunung api kan oleh instansi pusat. Artinya, ada rentang birokrasi laporan dari pos pengamatan di sekitar Semeru, lapor kepada Vulkanologi, terus ke atas lagi ke Badan Geologi. Itu terlalu jauh,” kritik Nana.

Sistem peringatan dini yang optimal juga perlu didukung sarana dan sumber daya manusia. Seperti ketersediaan pos dan peralatan pengamatan hingga dukungan ahli vulkanologi yang secara spesifik mengetahui seluk beluk karakter gunung berapi dan mau bekerja di wilayah pengamatan.

Baca Juga: Pasca Gempa Cianjur Sudah 334 Jenazah Ditemukan, 8 Korban Masih Hilang

“Dulu mungkin sekolah geologi belum banyak. Sekarang sudah puluhan program studi teknik geologi menyebar di Indonesia,” imbuh Nana.

Selain sistem peringatan dini yang harus optimal, Nana juga mendorong ada peta detail mengenai aliran lahar. Adanya material erupsi menumpuk di tubuh gunung berapi yang berupa endapan awan panas, ditambah dengan cuaca ekstrem sangat rentan terjadi luapan lahar panas maupun dingin.

“Pemetaan potensi lahar panas dan dingin harus selalu diperbarui,” ucap Nana. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ahli Vulkanologiawan panaserupsi Gunung Semeruperingatan dini erupsi gunung apiProf. Nana SulaksanaTeknik Geologi Unpad

Editor

Next Post
Shelter bambu desain Dosen ITB yang nyaman ditempati banyak orang meskipun beratap terpal. Foto itb.ac.id.

Shelter Bambu Buatan ITB Tidak Panas Meski Beratap Terpal, Ini Rahasianya

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media