Selasa, 28 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nana Sulaksana, Daerah Perlu Otonomi agar Cepat Sampaikan Peringatan Dini Erupsi Gunung Api

Gunung Semeru kembali erupsi dalam status Siaga. Status Awas baru turun sembilan jam kemudian. Sementara publik butuh informasi cepat sebagai upaya mitigasi.

Selasa, 6 Desember 2022
A A
Guru Besar Teknik Geologi Unpad, Prof. Nana Sulaksana. Foto Arsip Kantor Komunikasi Publik Unpad

Guru Besar Teknik Geologi Unpad, Prof. Nana Sulaksana. Foto Arsip Kantor Komunikasi Publik Unpad

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Selisih waktu hampir satu tahun, gunung api Semeru kembali erupsi pada 4 Desember 2022. Pakar Gunung Api Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Nana Sulaksana menengarai ada perbedaan antara erupsi gunung api yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu pada 16 Desember 2021 dengan 4 Desember 2022. Pada 2021, banjir lahar akibat erupsi Semeru dipicu persentuhan aktivitas vulkanik dengan cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

“Erupsi kali ini (2022) betul-betul proses erupsi akibat naiknya magma,” kata Nana dilansir dari laman Unpad.

Persamaannya, status Semeru masih level 3 atau Siaga saat erupsi 2021 maupun 2022. Kenaikan status menjadi level 4 atau Awas ditetapkan pada 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB. Padahal erupsi Semeru telah terjadi pada pukul 03.00 WIB pada 4 Desember 2022.

Baca Juga: Komnas HAM akan Bentuk Tim Ad Hoc untuk Selidiki Lagi Kasus Kekerasan di Wadas

“Menurut saya, ini masalah. Sebab kehadiran instansi vulkanologi untuk memberikan peringatan sedini mungkin sebelum letusan terjadi. Berdasarkan hasil pengamatan pemantauan melalui pos pengamatan yang ada,” papar Nana.

Ia pun mempertanyakan optimalisasi sistem peringatan dini sebelum erupsi Gunung Semeru terjadi.

“Sistem peringatan dini sebaiknya dikeluarkan sedini mungkin sebelum erupsi terjadi sampai ke masyarakat, sehingga proses evakuasi lebih cepat dilakukan,” kata Nana.

Baca Juga: Dampak Gempa Garut Merusak Bangunan dan Melukai Warga

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ahli Vulkanologiawan panaserupsi Gunung Semeruperingatan dini erupsi gunung apiProf. Nana SulaksanaTeknik Geologi Unpad

Editor

Next Post
Shelter bambu desain Dosen ITB yang nyaman ditempati banyak orang meskipun beratap terpal. Foto itb.ac.id.

Shelter Bambu Buatan ITB Tidak Panas Meski Beratap Terpal, Ini Rahasianya

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media