Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nana Sulaksana, Daerah Perlu Otonomi agar Cepat Sampaikan Peringatan Dini Erupsi Gunung Api

Gunung Semeru kembali erupsi dalam status Siaga. Status Awas baru turun sembilan jam kemudian. Sementara publik butuh informasi cepat sebagai upaya mitigasi.

Selasa, 6 Desember 2022
A A
Guru Besar Teknik Geologi Unpad, Prof. Nana Sulaksana. Foto Arsip Kantor Komunikasi Publik Unpad

Guru Besar Teknik Geologi Unpad, Prof. Nana Sulaksana. Foto Arsip Kantor Komunikasi Publik Unpad

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Selisih waktu hampir satu tahun, gunung api Semeru kembali erupsi pada 4 Desember 2022. Pakar Gunung Api Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Nana Sulaksana menengarai ada perbedaan antara erupsi gunung api yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu pada 16 Desember 2021 dengan 4 Desember 2022. Pada 2021, banjir lahar akibat erupsi Semeru dipicu persentuhan aktivitas vulkanik dengan cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

“Erupsi kali ini (2022) betul-betul proses erupsi akibat naiknya magma,” kata Nana dilansir dari laman Unpad.

Persamaannya, status Semeru masih level 3 atau Siaga saat erupsi 2021 maupun 2022. Kenaikan status menjadi level 4 atau Awas ditetapkan pada 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB. Padahal erupsi Semeru telah terjadi pada pukul 03.00 WIB pada 4 Desember 2022.

Baca Juga: Komnas HAM akan Bentuk Tim Ad Hoc untuk Selidiki Lagi Kasus Kekerasan di Wadas

“Menurut saya, ini masalah. Sebab kehadiran instansi vulkanologi untuk memberikan peringatan sedini mungkin sebelum letusan terjadi. Berdasarkan hasil pengamatan pemantauan melalui pos pengamatan yang ada,” papar Nana.

Ia pun mempertanyakan optimalisasi sistem peringatan dini sebelum erupsi Gunung Semeru terjadi.

“Sistem peringatan dini sebaiknya dikeluarkan sedini mungkin sebelum erupsi terjadi sampai ke masyarakat, sehingga proses evakuasi lebih cepat dilakukan,” kata Nana.

Baca Juga: Dampak Gempa Garut Merusak Bangunan dan Melukai Warga

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ahli Vulkanologiawan panaserupsi Gunung Semeruperingatan dini erupsi gunung apiProf. Nana SulaksanaTeknik Geologi Unpad

Editor

Next Post
Shelter bambu desain Dosen ITB yang nyaman ditempati banyak orang meskipun beratap terpal. Foto itb.ac.id.

Shelter Bambu Buatan ITB Tidak Panas Meski Beratap Terpal, Ini Rahasianya

Discussion about this post

TERKINI

  • Investigasi untuk mencari sumber api di sebuah rumah di Seyegan, Sleman. Foto Dok. FT UGM.Titik Api di Seyegan Dipantik Gas Hidrogen Limbah Sisa Pemotongan Ayam
    In News
    Senin, 15 Juni 2026
  • Ratusan personel BP Batam lakukan pematokan sepihak untuk pembangunan Sekolah Merah Putih di Pulau Rempang. Foto Walhi Riau.Usai Proyek Eco City, Pulau Rempang Dipatok Sepihak untuk Sekolah Merah Putih
    In Lingkungan
    Senin, 15 Juni 2026
  • Pohon bambu. Foto Hans/Pixabay.com.KLH Serukan Tobat Ekologis Lewat Dua Miliar Pohon Bambu dan Kolaborasi Lintas Agama
    In News
    Minggu, 14 Juni 2026
  • Ilustrasi pembela HAM dan lingkungan. Foto Nickype/AI Generatde/Pixabay.com.Draf Hak Alam dan Perlindungan Pembela Lingkungan Lemah, Walhi Minta Revisi UU HAM Ditunda
    In News
    Minggu, 14 Juni 2026
  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media