Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

NTT Rawan Bencana, BMKG Siapkan Pelayanan Terpadu dan Radar Cuaca

Senin, 6 Februari 2023
A A
peresmian Fasilitas Pelayanan Terpadu BMKG NTT dan Operasional Radar Cuaca Kupang. Foto bmkg.go.id.

peresmian Fasilitas Pelayanan Terpadu BMKG NTT dan Operasional Radar Cuaca Kupang. Foto bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Pertemuan angin inilah yang mengakibatkan terbentuknya lebih banyak awan-awan konvektif penyebab hujan lebat di daerah tersebut,” papar Dwikorita.

Baca Juga: Dua Beruang Madu Korban Jerat di Perkebunan Sekitar TNGL Langkat

Lantaran kondisi tersebut, lanjut Dwikorita, BMKG mempercepat proses pembangunan fasilitas terpadu BMKG di NTT beserta sistem dan infrastrukturnya. Tujuannya untuk meminimalisir risiko multi bencana geo-hidrometeorologi melalui kecepatan, ketepatan, dan keakuratan informasi peringatan dini cuaca, iklim, dan tsunami.

Ia menjelaskan, dalam fasilitas tersebut juga dibangun Radar Cuaca C-Band yang mampu mendeteksi fenomena cuaca setiap 10 menit dengan jangkauan wilayah mencapai radius maksimal hingga 350 km.

Baca Juga: Sejarah Observatorium Bosscha dalam Tiga Keping Perangko

“Keberadaan radar ini sangat penting untuk pemantauan potensi hujan ekstrem secara real time di wilayah NTT dalam cakupan deteksinya. Ini berguna dalam proses pembuatan informasi peringatan dini cuaca ekstrem,” papar Dwikorita.

Fasilitas Pelayanan Terpadu BMKG itu menempati tanah seluas 8.670 meter persegi yang merupakan hibah Pemerintah Provinsi NTT kepada BMKG. Fasilitas tersebut juga disiapkan untuk kegiatan layanan di berbagai sektor pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Meliputi sektor transportasi, infrastruktur, pertanian dan perikanan, sumber daya energi, energi, lingkungan hidup, kesehatan, pariwisata industri, perdagangan, perindustrian, dan sebagainya.

“InsyaAllah, keberadaan fasilitas ini dapat memperkuat sistem peringatan dini multi bencana di wilayah timur Indonesia. Juga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan data dan informasi MKG untuk seluruh wilayah NTT,” harap Dwikorita. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bencana HidrometeorologiBMKGFasilitas Pelayanan Terpadu BMKG NTT dan Operasional Radar Cuaca KupangKepala BMKG Dwikorita KarnawatiRadar Cuaca C-BandRawan BencanaSiklon Tropis Seroja

Editor

Next Post
Guru Besar FKH Unair, Prof. MochammadLazuardi. Foto unair.ac.id.

Mochammad Lazuardi, Ciptakan Drench untuk Memudahkan Hewan Minum Obat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media