Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakai Energi Terbarukan, Indonesia Hemat Biaya USD 600 Miliar Hingga 2050

Di tengah perubahan iklim, bukan lagi zamannya mempertahankan energi dari bahan bakar fosil. Energi terbarukan adalah pilihan tepat sekaligus hemat. Mengapa?

Minggu, 23 Oktober 2022
A A
Ilustrasi energi terbarukan. Foto pixel2013 /pixabay.com

Ilustrasi energi terbarukan. Foto pixel2013 /pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dalam tiga dekade (30 tahun) mendatang, populasi Indonesia diproyeksi meningkat hingga 335 juta orang. Permintaan listrik diperkirakan tumbuh setidaknya lima kali lipat menjadi lebih dari 1.700 Terawatt jam (TWh) dari saat ini.

Untuk memenuhi permintaan itu, laporan bersama International Energy Agency (Irena) dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diterbitkan pada 21 Oktober 2022 memberikan rekomendasi. Yakni meningkatkan pemanfaatan sumber daya utama yang terbarukan atau energi terbarukan, seperti surya, bioenergi, panas bumi.

“Dan itu lebih menghemat biaya ketimbang masih bergantung pada bahan bakar fosil,” kata Direktur Jenderal Irena, Francesco La Camera dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, 22 Oktober 2022.

Baca Juga: Dampak Gerakan Tanah di Blitar, 165 Warga Mengungsi

Upaya tersebut sekaligus tetap menempatkan Indonesia pada jalur menuju net-zero emissions dengan biaya lebih rendah daripada alternatif yang ada.

“Asalkan pemerintah menerapkan langkah-langkah yang direkomendasikan dalam Outlook. Dan mendapat dukungan internasional yang dibutuhkan,” imbuh Francesco La Camera.

Berdasarkan Outlook, hingga 2050 dalam skenario rencana energi, Indonesia membelanjakan USD 10,7 triliun untuk sistem energi. Sementara dengan skenario 1,5 derajat (1,5-S), negara hanya akan menghabiskan USD 10,1 hingga USD 10,3 triliun. Perlu perencanaan sistem energi di jalur 1,5 derajat keseluruhan secara lebih murah, sehingga menghemat antara USD 400 miliar hingga USD 600 miliar secara kumulatif sampai 2050.

Baca Juga: Skema Mitigasi Bencana Gunung Api Perlu Kolaborasi dan Alat Canggih

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan bakar fosilenergi terbarukanInternational Energy AgencyKementerian ESDMketahanan energilistriknet zero emissionsOutlookperubahan iklim

Editor

Next Post
Ilustrasi pembukaan hutan untuk pertambangan emas. Foto Mhy/pixabay.com

Hutan dan Karst di Trenggalek Terancam Rusak Akibat Eksplorasi Tambang Emas

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media