Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakar Ingatkan Teknologi Modifikasi Cuaca Tak Sentuh Akar Persoalan Bencana

Kamis, 5 Februari 2026
A A
Teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi polusi udara. Foto Dok. BRIN.

Teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi polusi udara. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Ia mendorong agar kebijakan mitigasi bencana tidak berhenti pada solusi instan. Melainkan diarahkan pada pendekatan jangka panjang dan sistemik, berbasis perbaikan lingkungan, perencanaan wilayah yang matang, serta penguatan kapasitas adaptasi masyarakat.

“Modifikasi cuaca boleh dilakukan, tetapi harus ditempatkan secara proporsional dan berbasis sains. Jangan sampai solusi cepat justru mengalihkan perhatian dari pekerjaan rumah yang jauh lebih besar,” ucap Sonni.

Legislator dorong tambahan anggaran modifikasi cuaca

Sementara Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko justru mendorong penguatan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi dan penganggarannya melalui peningkatan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk pengoptimalisasian program modifikasi cuaca dan teknologi yang lebih modern. Pemanfaatan modifikasi cuaca ini bisa menjadi upaya yang dapat menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk mengurangi intensitas curah hujan yang berpotensi memicu bencana.

Baca juga: Dampak Tambang Nikel di Pulau Obi, Air Jadi Cokelat dan Nelayan Menjaring Lumpur

“BMKG harus membuat langkah-langkah, ya pertama modifikasi cuaca ini. Paling tidak modifikasi cuaca bisa mengurangi hujan sampai 30 persen,” ujar legislator Fraksi PKB tersebut dalam agenda Dialektika Demokrasi bertema “Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen bersama Biro Pemberitaan Parlemen di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia mencontohkan wilayah seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang telah menerapkan teknologi ini untuk mengantisipasi curah hujan di atas 150 mm per hari.

Sementara adanya dukungan anggaran dan teknologi yang mumpuni, menurut dia, risiko bencana akibat siklon tropis atau cuaca ekstrem dapat dimitigasi lebih awal.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyampaikan dukungan Komisi V DPR RI menjadi bagian penting dalam memperkuat mitigasi cuaca ekstrem akibat fenomena hidrometeorologi. Kolaborasi lintas Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Daerah juga penting dalam menindaklanjuti informasi cuaca untuk diteruskan kepada masyarakat.

BMKG akan memastikan informasi yang dikeluarkan dapat dipahami, dimengerti dan ditindaklanjuti.

“Jadi mungkin spirit early warning to early action, zero victim ke depan terus kami kuatkan. Tentunya harus bergerak bersama, berkolaborasi, berkoordinasi,” ujar dia. [WLC02]

Sumber: IPB University, DPR

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB UniversityKomisi V DPRMitigasi Cuaca EkstremTeknologi Modifikasi Cuaca

Editor

Next Post
Ilustrasi kelelawar pembawa virus Nipah. Foto ambquinn/pixabay.com.

Penelitian BRIN, Virus Nipah Terdeteksi Pada Satwa Liar di Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media