Kamis, 29 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pascatsunami Pangandaran 2006, Peringatan Dini Bisa Disiarkan Kurang 3 Menit Usai Gempa

Kecanggihan teknologi pemantauan di hulu harus didukung aksi dini melalui edukasi tiada henti, simulasi rutin, dan kolaborasi lintas sektor.

Jumat, 17 Juli 2026
A A
Yang harus dilakukan pascaperingatan dini tsunami. Foto Dok. BMKG.

Yang harus dilakukan pascaperingatan dini tsunami. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan riset terkini dari para pakar, BMKG menyatakan komitmen untuk mengakarkan kuat budaya siaga bencana. Sehingga setiap warga pesisir mampu merespons secara mandiri dan tepat demi keselamatan generasi mendatang.

Sementara Head of ICG/IOTWMS Secretariat UNESCO-IOC Srinivas Kumar Tummala mengakui peran sentral BMKG dalam merajut rantai keselamatan tsunami tidak hanya berfokus pada menguatkan teknologi di tingkat hulu. Melainkan juga menyelamatkan nyawa masyarakat di tingkat hilir.

“Lewat peringatan tsunami Pangandaran ini, marilah kita menghormati ingatan mereka yang kehilangan nyawa dengan memperkuat komitmen terhadap sains, kesiapsiagaan, dan ketangguhan komunitas,” tutur Srinivas.

Berkaca dari peristiwa ini, Srinivas menyoroti tantangan bagi masyarakat bahwa bahaya tsunami hanya tidak diukur dari besar-kecilnya guncangan gempa. Mengingat guncangan gempa Pangandaran tidak terlalu dirasakan warga di darat, tetapi tanpa disangka tsunami datang setelah itu.

Selain itu, pemahaman mengenai tsunami non-seismik yang masih menjadi hal baru di masyarakat, seperti yang telah terjadi di Palu, Selat Sunda, dan letusan gunung berapi Tonga, menandai masih banyak yang perlu diperbaiki bersama.

Senada, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami menegaskan penanaman pemahaman utuh terhadap karakteristik ancaman di pesisir pantai merupakan salah satu tanggung jawabnya sebagai pemerintah daerah yang berada di tingkat hilir. Pemerintah Kabupaten Pangandaran secara konsisten mengintegrasikan mitigasi bencana ke dalam kebijakan penataan ruang pesisir.

“Kami mengatur zonasi permukiman, membangun infrastruktur pelindung secara masif, memasang rambu-rambu evakuasi, dan menentukan titik tempat evakuasi sementara (TES),” papar Citra.

Penguatan kapasitas masyarakat digalakkan melalui Program Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kampung Siaga Bencana (KSB) oleh BPBD. Juga membentuk Tsunami Ready Community yang difasilitasi BMKG untuk mempercepat pengetahuan formal dengan kearifan lokal agar masyarakat memiliki budaya evakuasi mandiri.

Pada kesempatan ini, BMKG turut meresmikan sejumlah desa di berbagai wilayah pesisir Indonesia sebagai Tsunami Ready Community yang mendapatkan pengakuan langsung dari UNESCO-IOC. Program ini mewajibkan setiap desa untuk memiliki rencana evakuasi yang jelas, peta rawan bencana, serta sistem peringatan dini yang aktif.

Desa-desa yang menerima peresmian tersebut meliputi Desa Tua Pejat di Kepulauan Mentawai dan Desa Amping Parak di Sumatra Barat. Selanjutnya, BMKG juga meresmikan Desa Citepus dan Desa Cikakak di Pelabuhanratu, serta tiga desa di wilayah Bengkulu, yaitu Desa Teluk Sepang, Desa Penurunan, dan Desa Lempuing. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGMasyarakat Siaga TsunamiPeringatan Dini Tsunamitsunami Acehtsunami Pangandaran

Editor

Next Post
Teknologi laser untuk mengetahui jejak tsunami. Foto Dok. BRIN.

Tembakan Laser Induced Breakdown Spectroscopy Ungkap Jejak Tsunami Aceh

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media