Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pascatsunami Pangandaran 2006, Peringatan Dini Bisa Disiarkan Kurang 3 Menit Usai Gempa

Kecanggihan teknologi pemantauan di hulu harus didukung aksi dini melalui edukasi tiada henti, simulasi rutin, dan kolaborasi lintas sektor.

Jumat, 17 Juli 2026
A A
Yang harus dilakukan pascaperingatan dini tsunami. Foto Dok. BMKG.

Yang harus dilakukan pascaperingatan dini tsunami. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejarah mencatat, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pangandaran pada 17 Juli 2006 pukul 15.19 WIB menjadi pemicu utama tsunami setinggi 4–8 meter di Pangandaran, Jawa Barat. Gelombang tersebut menyapu daratan sepanjang 250 kilometer di area pantai selatan Jawa, mulai dari Pangandaran, Jawa Tengah bagian selatan, hingga wilayah Yogyakarta selatan.

Tragedi besar ini merenggut 668 korban jiwa, menghancurkan tempat tinggal ribuan warga. Bahkan menjadi salah satu bencana paling banyak menelan korban jiwa di Indonesia setelah Tsunami Aceh pada Desember 2004.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan Tsunami Aceh 2004 menjadi titik awal inisiasi pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) dari hulu hingga hilir. Kemudian Tsunami Pangandaran menjadi tonggak percepatan pembangunan InaTEWS hingga diresmikan pada 2008.

Pascatsunami Pangandaran 2006, BMKG menguatkan InaTEWS yang kini bertransformasi secara signifikan melalui dukungan jaringan sensor seismograf real-time, ratusan stasiun pengukur pasang surut (tide gauge), serta sistem komputasi berkinerja tinggi.

“Melalui inovasi modern ini, BMKG kini mampu menyiarkan informasi peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa bumi terjadi. Selanjutnya, aksi dini harus dijaga melalui edukasi yang tiada henti, simulasi rutin, dan kolaborasi lintas sektor,” kata Faisal pada webinar Peringatan 20 Tahun Tsunami di Pangandaran, Jawa Barat dalam judul “A 20 Years Commemoration of the 2006 Pangandaran Tsunami: Understanding The Past and Strengthening The Future Resilience“, Kamis, 16 Juli 2026.

Faisal mengingatkan, kecanggihan teknologi pemantauan di hulu tidak akan mampu menyelamatkan nyawa jika terputus dari masyarakat di sektor hilir. Pemerintah daerah dan masyarakat harus benar-benar memahami dan memanfaatkan informasi peringatan dini dari BMKG, lalu segera merespons dengan langkah-langkah dini yang tepat.

“Kesiapan dalam hitungan detik yang kritis inilah yang menjadi ujung tombak rantai keselamatan,” kata dia.

Masyarakat Siaga Tsunami

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama menyoroti tantangan psikologis masyarakat terhadap bencana tsunami yang termasuk kategori peristiwa langka (rare events). Karakteristik bencana yang jarang terjadi ini kerap membuat kesadaran risiko masyarakat memudar seiring berjalannya waktu. Nelly mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peringatan 20 tahun ini sebagai wadah kolektif untuk merawat ingatan publik.

“Kesiapsiagaan akan terwujud selama kita terus menjaga kesadaran tersebut tetap hidup. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Nelly.

Untuk mewujudkan aksi dini tersebut, BMKG secara intensif menjalin sinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi melalui program-program berbasis komunitas, seperti pembentukan “Masyarakat Siaga Tsunami” (Tsunami Ready Community).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGMasyarakat Siaga TsunamiPeringatan Dini Tsunamitsunami Acehtsunami Pangandaran

Editor

Next Post
Teknologi laser untuk mengetahui jejak tsunami. Foto Dok. BRIN.

Tembakan Laser Induced Breakdown Spectroscopy Ungkap Jejak Tsunami Aceh

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media