Kamis, 23 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pascatsunami Pangandaran 2006, Peringatan Dini Bisa Disiarkan Kurang 3 Menit Usai Gempa

Kecanggihan teknologi pemantauan di hulu harus didukung aksi dini melalui edukasi tiada henti, simulasi rutin, dan kolaborasi lintas sektor.

Jumat, 17 Juli 2026
A A
Yang harus dilakukan pascaperingatan dini tsunami. Foto Dok. BMKG.

Yang harus dilakukan pascaperingatan dini tsunami. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejarah mencatat, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pangandaran pada 17 Juli 2006 pukul 15.19 WIB menjadi pemicu utama tsunami setinggi 4–8 meter di Pangandaran, Jawa Barat. Gelombang tersebut menyapu daratan sepanjang 250 kilometer di area pantai selatan Jawa, mulai dari Pangandaran, Jawa Tengah bagian selatan, hingga wilayah Yogyakarta selatan.

Tragedi besar ini merenggut 668 korban jiwa, menghancurkan tempat tinggal ribuan warga. Bahkan menjadi salah satu bencana paling banyak menelan korban jiwa di Indonesia setelah Tsunami Aceh pada Desember 2004.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan Tsunami Aceh 2004 menjadi titik awal inisiasi pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) dari hulu hingga hilir. Kemudian Tsunami Pangandaran menjadi tonggak percepatan pembangunan InaTEWS hingga diresmikan pada 2008.

Pascatsunami Pangandaran 2006, BMKG menguatkan InaTEWS yang kini bertransformasi secara signifikan melalui dukungan jaringan sensor seismograf real-time, ratusan stasiun pengukur pasang surut (tide gauge), serta sistem komputasi berkinerja tinggi.

“Melalui inovasi modern ini, BMKG kini mampu menyiarkan informasi peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa bumi terjadi. Selanjutnya, aksi dini harus dijaga melalui edukasi yang tiada henti, simulasi rutin, dan kolaborasi lintas sektor,” kata Faisal pada webinar Peringatan 20 Tahun Tsunami di Pangandaran, Jawa Barat dalam judul “A 20 Years Commemoration of the 2006 Pangandaran Tsunami: Understanding The Past and Strengthening The Future Resilience“, Kamis, 16 Juli 2026.

Faisal mengingatkan, kecanggihan teknologi pemantauan di hulu tidak akan mampu menyelamatkan nyawa jika terputus dari masyarakat di sektor hilir. Pemerintah daerah dan masyarakat harus benar-benar memahami dan memanfaatkan informasi peringatan dini dari BMKG, lalu segera merespons dengan langkah-langkah dini yang tepat.

“Kesiapan dalam hitungan detik yang kritis inilah yang menjadi ujung tombak rantai keselamatan,” kata dia.

Masyarakat Siaga Tsunami

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama menyoroti tantangan psikologis masyarakat terhadap bencana tsunami yang termasuk kategori peristiwa langka (rare events). Karakteristik bencana yang jarang terjadi ini kerap membuat kesadaran risiko masyarakat memudar seiring berjalannya waktu. Nelly mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peringatan 20 tahun ini sebagai wadah kolektif untuk merawat ingatan publik.

“Kesiapsiagaan akan terwujud selama kita terus menjaga kesadaran tersebut tetap hidup. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Nelly.

Untuk mewujudkan aksi dini tersebut, BMKG secara intensif menjalin sinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi melalui program-program berbasis komunitas, seperti pembentukan “Masyarakat Siaga Tsunami” (Tsunami Ready Community).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGMasyarakat Siaga TsunamiPeringatan Dini Tsunamitsunami Acehtsunami Pangandaran

Editor

Next Post
Teknologi laser untuk mengetahui jejak tsunami. Foto Dok. BRIN.

Tembakan Laser Induced Breakdown Spectroscopy Ungkap Jejak Tsunami Aceh

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Teknologi laser untuk mengetahui jejak tsunami. Foto Dok. BRIN.Tembakan Laser Induced Breakdown Spectroscopy Ungkap Jejak Tsunami Aceh
    In IPTEK
    Jumat, 17 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media