Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tembakan Laser Induced Breakdown Spectroscopy Ungkap Jejak Tsunami Aceh

Data yang diperoleh untuk menyusun peta bahaya tsunami, perencanaan tata ruang kawasan pesisir, hingga pengembangan strategi mitigasi bencana.

Jumat, 17 Juli 2026
A A
Teknologi laser untuk mengetahui jejak tsunami. Foto Dok. BRIN.

Teknologi laser untuk mengetahui jejak tsunami. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap jejak tsunami Aceh 2004 yang masih tersimpan di dalam lapisan tanah menggunakan teknologi Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS). Teknologi ini mampu mengidentifikasi karakteristik kimia endapan tsunami secara cepat, akurat, dan lebih komprehensif dibandingkan beberapa metode analisis geokimia konvensional.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Fotonika BRIN, Rara Mitaphonna menjelaskan pemanfaatan teknologi LIBS tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Namun juga mendukung upaya mitigasi bencana. Informasi mengenai lokasi, ketebalan, dan karakteristik endapan tsunami masa lalu dapat digunakan untuk merekonstruksi jangkauan gelombang tsunami, memperkirakan besarnya energi tsunami, serta mengidentifikasi wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

“Data tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan peta bahaya tsunami, perencanaan tata ruang kawasan pesisir, hingga pengembangan strategi mitigasi bencana yang lebih baik,” terang dia melalui keterangan tertulis, Senin, 6 Juli 2026.

Tsunami Samudra Hindia pada 26 Desember 2004 yang dipicu gempa Magnitudo Momen (Mw) 9,1 itu tidak hanya menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan lapisan sedimen khas di wilayah pesisir. Material seperti pasir pantai, garam, cangkang organisme laut, mineral, lumpur, hingga material organik terbawa gelombang tsunami dan mengendap di daratan.

Seiring waktu, lapisan tersebut tertutup proses alami sehingga sulit dikenali hanya berdasarkan warna atau tekstur tanah.

“Inilah tantangan yang ingin kami pecahkan,” ujar dia.

Untuk mengidentifikasi jejak tsunami tersebut, ia dan tim mengambil sampel sedimen di Desa Pulot, Kabupaten Aceh Besar, salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Sampel diambil hingga kedalaman lebih dari satu meter sehingga diperoleh susunan lapisan tanah yang lengkap, mulai dari tanah permukaan, lapisan endapan tsunami, hingga tanah yang terbentuk sebelum bencana.

Tembakan laser ke permukaan tanah

Rara menjelaskan teknologi LIBS bekerja dengan menembakkan pulsa laser berenergi tinggi ke permukaan sampel tanah. Dalam hitungan mikrodetik, permukaan sampel berubah menjadi plasma bersuhu sangat tinggi yang memancarkan cahaya. Kemudian cahaya itu dianalisis untuk mengetahui unsur-unsur kimia penyusun sedimen.

“Melalui cahaya yang dipancarkan plasma, kami dapat mengetahui unsur-unsur kimia yang terdapat pada setiap lapisan sedimen,” jelas dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Jejak TsunamiPusat Riset Fotonika BRINTeknologi LaserTeknologi LIBStsunami Aceh

Editor

Next Post
Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.

Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media