Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pasien Diabetes Boleh Berpuasa, Asalkan Harus Perhatikan Kondisi Ini

Pola makan yang berubah saat berpuasa dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari turut mempengaruhi kondisi pasien diabetes yang berpuasa. Apa saja yang harus diperhatikan agar tetap bisa berpuasa?

Kamis, 7 April 2022
A A
Ilustrasi diabetes. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Ilustrasi diabetes. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Puasa Ramadhan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, termasuk bagi pengidap diabetes. Namun untuk ikut berpuasa, pengidap diabetes harus terlebih dahulu membicarakan kondisinya pada dokter. Dan pasien memiliki riwayat gula darah terkontrol.

Kondisi apa saja yang harus diperhatikan penderita diabetes untuk berpuasa?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Nasional Diponegoro Undip Maria Erika Pranasakti memaparkan, pertama, penderita diabetes harus dapat mengklasifikasikan masuk dalam kategori pasien diabetes risiko sangat tinggi, tinggi, sedang atau rendah. Risiko tinggi adalah mereka yang pernah mengalami hipoglikemia yang berat dan penurunan gula darah dalam tiga bulan terakhir menjelang Ramadhan. Atau hipoglikemia berulang, perempuan yang sedang hamil, pasien-pasien cuci darah, mereka yang mengalami kegawatan, yakni Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) dalam tiga bulan terakhir.

Baca Juga: Puasa Bikin Tubuh Lemas dan Lapar? Coba Cek Menu Sahur Anda

“Mereka termasuk pasien yang memiliki risiko tinggi apabila berpuasa,” kata Maria sebagaimana dikutip dari laman undip.ac.id, Rabu, 6 April 2022.

Yang termasuk kategori risiko tinggi adalah mereka yang mengalami hipoglikemia sedang, kategori gulanya 150 – 300, atau pasien diabetes yang tinggal sendiri dan tidak ada anggota keluarga yang menemani. Juga pasien-pasien usia lanjut atau memiliki kormobit lain, semisal pernah stroke, terkena serangan jantung masuk dalam risiko tinggi.

Yang masuk risiko sedang adalah diabetes yang terkendali. Sedangkan yang berisiko rendah adalah yang menggunakan satu macam obat saja. Biasanya pasien yang masuk kategori risiko sedang atau rendah masih aman, tetapi mereka yang masuk risiko sangat tinggi dan tinggi harus mewaspadai beberapa hal.

Baca Juga: Penderita TBC Laten Tak Bergejala, Pemerintah Gelar Skrining Tahun Ini

Selain itu, ada tanda-tanda yang harus dipahami di dalam tubuh terkait kapan pasien diabetes harus segera membatalkan puasa.

“Apabila dalam pengecekan gula darah kurang dari 70 atau lebih dari 300, kami merekomendasikan untuk membatalkan puasa,” kata Maria.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: diabeteshipergllikimiahipoglikimiakadar gula darahpenyakit gulapuasa ramadhanUndip

Editor

Next Post
Ilustrasi nelayan tradisional menangkap ikan. Foto Quangpraha/pixabay.com.

Walhi: Krisis Iklim dan Penangkapan Ikan Terukur Sebabkan Jumlah Nelayan Turun

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media