Wanaloka.com – Pernah merasa dilema untuk melepas kucing ke alam liar? Satu sisi, merasa tidak lagi memungkinkan untuk merawat. Di sisi lain, hati nurani menyimpan rasa bersalah untuk melepasnya.
Bertepatan dengan International Cat Day atau Hari Kucing Sedunia yang diperingati setiap 8 Agustus, praktik melepaskan kucing peliharaan ke alam liar ternyata bukan solusi yang tepat. Dosen Program Studi Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi IPB University, Tetty Barunawati Siagian menyebut tindakan tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif jangka panjang, baik bagi hewan, manusia, maupun lingkungan.
“Sebab melepasliarkan kucing tanpa disterilkan dan diawasi dapat menyebabkan ledakan populasi,” kata Tetty, Rabu, 6 Agustus 2025.
Baca juga: Dalam 40 Tahun, Satu Juta Hektare Lahan Mangrove Hilang Akibat Alih Fungsi Lahan
Overpopulasi kucing berpotensi menimbulkan krisis kesejahteraan hewan karena keterbatasan makanan, tempat tinggal, dan perhatian. Akibatnya, kucing menjadi kelaparan, kurus, dan sakit.
Kucing peliharaan yang dilepasliarkan juga dapat memicu konflik sosial. Kucing-kucing ini sering kali masuk ke rumah warga, buang kotoran sembarangan, dan menimbulkan suara bising saat musim kawin. Kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat dan memicu tindakan kekerasan terhadap hewan.
Dampak lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan risiko penyakit zoonosis.
Baca juga: Deforestasi Penyebab Utama Konflik Ular Piton dengan Manusia
“Kucing liar bisa menjadi sumber pencemaran karena buang air sembarangan dan berpotensi menularkan penyakit ke manusia,” jelas dia.
Ia menyoroti pencemaran lingkungan akibat polusi bau serta gangguan terhadap satwa liar. Kucing yang hidup bebas berpotensi memangsa burung, reptil, dan serangga yang penting bagi keseimbangan ekosistem.
Selain itu, peningkatan jumlah kucing liar menimbulkan beban finansial bagi pemerintah dan komunitas pencinta hewan. Salah satunya, peningkatan biaya publik dan shelter.
Baca juga: Lahan Pertanian Ditanami Eukaliptus, Masyarakat Adat Natinggir Tergusur
Pemerintah dan komunitas harus mengeluarkan banyak dana untuk penanganan populasi kucing liar tersebut. Masalah juga tetap tidak akan selesai apabila sumber masalahnya (dilepasliarkan) tidak dihentikan.
Discussion about this post