Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pelepasliaran Kucing Akibatkan Overpopulasi, Zoonosis hingga Mengganggu Ekosistem

Jika pemilik tidak bertanggung jawab, mereka bukan membebaskan hewan peliharaannya, tetapi menciptakan masalah baru yang tak berkesudahan.

Jumat, 8 Agustus 2025
A A
Ilustrasi pelepasliaran kucing. Foto IlonaBurschl/pixabay.com.

Ilustrasi pelepasliaran kucing. Foto IlonaBurschl/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Shelter hewan dan relawan kewalahan menangani rescue dan sterilisasi kucing,” imbuh dia.

Tindakan melepasliarkan kucing bukan bentuk kebebasan, melainkan awal dari siklus penderitaan baru.

Baca juga: Riset Paleotsunami, Pembangunan Infrastuktur Selatan Jawa Perbesar Risiko Dampak Tsunami

“Jika pemilik tidak bertanggung jawab, mereka bukan membebaskan hewan peliharaannya, tetapi menciptakan masalah baru yang tak berkesudahan,” tegas dia.

Jilatan kucing bisa tularkan rabies

Sementara itu, cakaran kucing berpotensi menularkan rabies terutama apabila tidak ditangani dengan tepat. Penting untuk mengetahui pertolongan pertama yang harus dilakukan jika terjadi cakaran kucing.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) IPB University, Trisni Untari Dewi menjelaskan, penularan virus rabies tidak hanya terjadi melalui gigitan dan goresan cakaran. Melainkan juga jilatan pada kulit terbuka (mukosa) oleh hewan yang terinfeksi virus rabies.

Baca juga: Kemenhut Klaim Pembangunan Fasilitas Wisata TN Komodo di Zona Pemanfaatan

Virus rabies akan masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terbuka atau mukosa, tetapi tidak dapat masuk melalui kulit yang utuh.

Di Indonesia, hewan yang dapat menjadi sumber penularan rabies pada manusia, selain kucing adalah anjing dan kera. Namun, sumber penularan utama adalah anjing. Sekitar 98 persen dari seluruh penderita rabies tertular melalui gigitan anjing.

“Cakaran kucing sebenarnya jarang menularkan rabies, tetapi tetap berpotensi jika luka terbuka dan terjadi kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi,” ujar Trisni.

Orang yang tercakar kucing harus segera mencuci luka dengan sabun dan air bersih secara menyeluruh selama minimal 15 menit. Pembersihan luka dilanjutkan dengan memberikan antiseptik seperti alkohol atau povidone iodine. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FK IPB UniversityHari Kucing Seduniakucingpelepasliaran kucingpenyakit zoonosisSekolah Vokasi IPB University

Editor

Next Post
KLH menyegel empat hotel bintang tiga di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, 9 Agustus 2015. Foto Dok. KLH.

Empat Hotel Bintang Tiga di Puncak Disegel karena Buang Limbah ke Ciliwung

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media