Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pemerintah dan DPR Rekomendasikan Pembentukan Badan Pelaksana Reforma Agraria

Rabu, 24 September 2025
A A
Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 september 2025. Foto KPA.

Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 september 2025. Foto KPA.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi menyampaikan Komisi IV mendukung petani dalam memperjuangkan hak atas tanah dan kesejahteraan. Menurut dia, masalah reformasi agraria telah lama menggantung tanpa kejelasan.

Baca juga: Titi Mangsa Dinilai Tak Relevan, Petani Gunungkidul Belajar Pahami Prediksi Iklim

Komisi IV mendorong agar DPR segera membentuk pansus guna menyelesaikan persoalan ini. Ia juga mengusulkan agar pemerintah membentuk komite lintas sektor untuk mempercepat penyelesaian.

“Kami dari Komisi IV sangat prihatin dengan masalah reformasi agraria ini yang sudah bertahun-tahun tergantung. Kami mendorong agar DPR bisa membentuk Pansus, dan pemerintah juga membentuk semacam komite antar sektor untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Lebih jauh, ia menyinggung pesan Presiden Prabowo mengenai amanat Pasal 33 UUD 1945, bahwa kekayaan alam Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Siti optimistis persoalan agraria akan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Baca juga: Diseminasi Liputan Kolaborasi Menyelamatkan Hutan Pulau Sipora

“Saya tahu Pak Prabowo juga ikut prihatin, dan Bapak Presiden selalu mengatakan kekayaan bumi, air, dan tanah harus dinikmati sebesar-besarnya oleh rakyat Indonesia. Saya percaya dengan adanya pertemuan hari ini, para menteri pasti akan menyampaikan laporan, dan masalah ini segera diselesaikan,” kata dia.

Selain itu, Komisi IV tengah menggodok dua revisi undang-undang terkait, yakni revisi ketiga atas UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta revisi keempat atas UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Ia meminta masukan masyarakat agar revisi ini benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

“Kami mohon masukan dari rekan-rekan semua, keluhan apa yang bisa dimasukkan dalam revisi undang-undang ini supaya ke depan bisa bermanfaat untuk masyarakat luas. Harapannya, tidak perlu ada revisi lagi karena kami sudah menghimpun berbagai masukan,” papar dia. [WLC02]

Sumber: Kementerian Kehutanan, DPR

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Pelaksana Reforma Agraria NasionalKementerian KehutananKomisi IV DPRkonflik agrariaKonsorsium Pembaruan Agraria

Editor

Next Post
Peta potensi rawan gempa bumi dan tsunami di selatan DIY, 23 September 2025. Foto BMKG.

BMKG Ingatkan Lagi Potensi Gempa Bumi Megathrust M8,8 di Pesisir Selatan DIY

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media