Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengunjung Bisa Melihat Objek Langit Siang Hari di Observatorium Bosscha

Melalui kunjungan siang, selain dapat melakukan pengamatan matahari, peserta dapat melihat fasilitas yang ada di sana.

Kamis, 22 Agustus 2024
A A
Suasana di Observatorium Bosscha, ITB, Bandung. Foto Dok. ITB.

Suasana di Observatorium Bosscha, ITB, Bandung. Foto Dok. ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Kunjungan ini hanya tersedia pada hari Selasa dan Kamis dengan durasi setiap kunjungan maksimal 2 jam (dapat disesuaikan dengan kebutuhan). Info mengenai prosedur pendaftaran, jadwal yang tersedia, hingga tata tertib dapat diakses di https://bosscha.itb.ac.id/id/publik/kunjungan/sekolah/.

Kunjungan Siang Berpemandu, yakni program yang ditujukan bagi individu dan keluarga yang dibuka pada hari Sabtu dengan tanggal yang telah ditentukan (ditutup pada hari libur nasional dan cuti bersama). Akan ada 2 sesi pada setiap kunjungan dengan jumlah pengunjung per sesi maksimal 60 orang. Durasi kunjungan selama 1-1,5 jam.

Peserta akan mengunjungi Gedung Teleskop Zeiss, melihat pameran astronomi tematik, hingga pengamatan matahari menggunakan teleskop jika cuaca memungkinkan. Program ini akan menghadirkan astronom profesional yang siap menjawab dan berdiskusi dengan peserta. Info selengkapnya di https://bosscha.itb.ac.id/id/publik/kunjungan/reguler/.

Baca Juga: Catat Tanggal Mainnya, Pecinta Gunung Bisa Ikutan IMTC 2024 secara Hybrid

Wakil Kepala Observatorium Bosscha Bidang Kegiatan Eksternal, Prof. Dhani Herdiwijaya yang juga Dosen Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB mengatakan, melalui kunjungan siang, selain melakukan pengamatan matahari, peserta dapat melihat fasilitas yang ada di Observatorium Bosscha. Pada kunjungan malam, objek pengamatan lebih bervariasi. Peserta dapat melihat bulan, bintang, hingga sejumlah planet jika berbagai faktor memungkinkan.

Sebagai Cagar Budaya

Bangunan Observatorium Bosscha telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor KM.51/OT.007/MKP/2004 dan diperbaharui dengan Surat Keputusan Nomor 184/M/2017.

Ke depan, di kawasan Observatorium Bosscha, ITB akan membangun Teleskop Radio Very Long Baseline Interferometry (VLBI) Global Observing System atau VGOS. Pembangunan tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Dalam pengerjaannya, ITB bekerja sama dengan Shanghai Astronomical Observatory-Chinese Academy of Sciences (SHAO-CAS).

Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi Saat Didaki, BNPB Ingatkan Kasus Pendaki Tewas di Marapi

Teleskop tersebut akan bekerja di dalam jaringan yang akan bergabung dengan banyak teleskop radio lainnya di dunia. Dengan menggabungkan data dari beberapa teleskop yang tersebar di seluruh dunia, akan tercipta pengukuran yang presisi terkait jarak dari satu titik teleskop dengan teleskop lainnya. Salah satu implementasinya adalah untuk mengukur pergerakan benua. Dengan alat ini, kecepatan pergerakan dalam jangka waktu tertentu hingga perubahan jarak dari benua tersebut dapat diketahui dengan presisi.

Program kunjungan merupakan salah satu program unggulan dari Observatorium Bosscha selain Nebula (Newsletter Tiga Bulanan), Kelas Daring Astronomi, dan Pengamatan Virtual Langit Malam. Berbagai info kegiatan dapat Anda ketahui melalui Instagram @bosschaobervatory. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bangunan cagar budayaGedung Teleskop ZeissObservatorium BosschaTeleskop Radio Very Long Baseline Interferometryteleskop Refraktor Ganda Zeiss

Editor

Next Post
Aksi Jogja Memanggil untuk menolak revisi UU Pilkada, Yogyakarta, 22 Agustus 2024. FOTO Wanaloka.com.

Greenpeace, Revisi UU Pilkada Lumpuhkan Demokrasi dan Berdampak Pada Kebijakan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media