Senin, 26 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pentas Seni Gemati Bhumiku Menggugah Kesadaran Pengelolaan Sampah

Senin, 17 Oktober 2022
A A
Pengelolaan sampah, seorang pria memilah sampah. Foto Wanaloka.com.

Pengelolaan sampah, seorang pria memilah sampah. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Longsor di Jeneponto, BNPB Sebut Tiga Orang Meninggal Dunia

Tema Gemati Bhumiku, dipilih sebagai refleksi rasa kasih sayang yang tulus dan sepenuhnya kepada bumi. Gemati Bhumiku dimaksudkan sebagai wujud meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat dan berbagai pihak untuk lebih dapat menjaga dan melestarikan bumi terutama sadar pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Pentas Seni ini digelar bekerja sama dengan dengan Teater RDJ, Komunitas Indriyanati dan Kwarda Pramuka Provinsi DIY menampilkan suara, ide gagasan anak-anak terkait penanganan krisis iklim yang dikemas menarik melalui musikalisasi puisi, teater, dan diskusi publik.

Baca Juga: Jam Boros Listrik Pukul Lima Sore Sampai Delapan Malam

“Inisiasi anak-anak dan orang muda yang tergabung dalam child campaigner ini merupakah bagian dari Kampanye Aksi Generasi Iklim Save the Children Indonesia. Kampanye ini bertujuan untuk memastikan anak – anak dan keluarga terutama mereka yang terdampak secara langsung dari krisis iklim dapat bertahan hidup dan beradaptasi dengan melakukan hal kecil dimulai dari keluarga.” jelas Dewi Sri Sumanah, Media dan Brand Manager Save the Children Indonesia dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com pada 16 Oktober 2022. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bank sampahpengelolaan sampahpentas seni Gemati Bhumikusampah organiksampah plastikSave the Children IndonesiaTPA PiyunganYogyakarta

Editor

Next Post
Penyakit malaria ditemukan tim kesehatan Indonesia pada pengungsi warga Pakistan terdampak banjir. Foto Dok BNPB.

Tim Nakes Indonesia di Pakistan Temukan Kasus Malaria di Pengungsian

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media