Kamis, 22 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?

Selama ini, penurunan muka air Danau Toba sering dikaitkan dengan perubahan iklim.

Rabu, 22 Juli 2026
A A
Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.

Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Perubahan tata guna lahan di kawasan tangkapan air juga berkontribusi terhadap perubahan cadangan air Danau Toba,” terang dia.

Hasil analisis citra satelit memperlihatkan selama periode 1988-2020, luas hutan alami di kawasan Danau Toba berkurang sekitar 29 persen. Sebaliknya, luas hutan tanaman cenderung meningkat signifikan. Sementara kawasan permukiman dan lahan pertanian juga terus bertambah.

“Berkurangnya tutupan hutan alami diperkirakan mengurangi kemampuan kawasan tangkapan air dalam menyerap dan menyimpan air hujan, sehingga turut memengaruhi fluktuasi muka air danau,” papar dia.

Ia menekankan perubahan muka air Danau Toba merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan. Variabilitas iklim masih berperan penting, namun pengaruh aktivitas manusia terhadap dinamika danau juga semakin nyata. Oleh karena itu, upaya menjaga keberlanjutan Danau Toba tidak cukup hanya berfokus pada adaptasi terhadap perubahan iklim, tetapi juga memerlukan pengelolaan tata guna lahan dan pemanfaatan sumber daya air yang lebih bijaksana.

Ia berharap temuan ini dapat menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan Danau Toba. Harapannya, fungsi ekologis, ekonomi, dan sosialnya tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Kepala PRIMA BRIN, Albertus Sulaiman menjelaskan penelitian mengenai Danau Toba penting dilakukan untuk memberikan dasar ilmiah dalam memahami dinamika salah satu danau vulkanik terbesar di dunia tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan dalam menyusun kebijakan pengelolaan kawasan yang lebih tepat dan berkelanjutan.

Mengingat selama ini, penurunan muka air Danau Toba sering dikaitkan dengan perubahan iklim. Padahal, penelitian menunjukkan persoalannya lebih kompleks karena melibatkan interaksi antara faktor iklim dan aktivitas manusia.

“Temuan ini memberikan dasar ilmiah yang penting bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah pengelolaan Danau Toba yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” jelas Albertus. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bendungan Sigura-guraDanau Tobapenurunan muka tanahperubahan iklimPRIMA BRIN

Editor

Next Post
Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Putusan Sela PN Medan Dinilai Tak Pertimbangkan Penyebab Kerusakan Habitat Hutan Sumatra dengan Perusakan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media