Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peran Ekologis Tapir, Si Penyebar Biji di Hutan Tropis

Tapir juga dikenal sebagai keystone species, umbrella species, sekaligus flagship species yang menjadi simbol penting keberhasilan konservasi hutan.

Selasa, 7 Juli 2026
A A
Ilustrasi Tapir Asia. Foto Rdwittle/Pixabay.com.

Ilustrasi Tapir Asia. Foto Rdwittle/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Penguatan edukasi dan mitigasi konflik

Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) sekaligus Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono mengutuk keras dan menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa pembunuhan seekor tapir tersebut.

“Pembunuhan tapir adalah pelanggaran hukum sekaligus kemunduran upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. Tindakan ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun,” tegas Budi, Senin, 7 Juli 2026.

Dalam menyikapi kasus ini, KOBI mengambil sikap resmi sebagai bentuk protes terhadap perlindungan satwa di Indonesia. KOBI meminta Kepolisian Daerah Lampung dan Balai KSDA Lampung untuk segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap pelaku, dan memproses sesuai UU Nomor 5 Tahun 1990 atau Nomor 32 Tahun 2024  tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sanksi tegas diperlukan sebagai efek jera.

Tak hanya mendesak pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini, KOBI turut menyerukan penguatan edukasi dan mitigasi konflik.

“Banyak kasus perburuan berawal dari kurangnya pemahaman dan konflik lahan,” tambah Budi.

KOBI siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat edukasi konservasi, pemantauan habitat, dan skema resolusi konflik manusia-satwa di koridor Lampung. Dalam upaya ini KOBI mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam penjagaan satwa. Satwa liar adalah bagian dari ekosistem dan warisan bangsa. KOBI mengajak masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas perburuan atau perdagangan satwa dilindungi ke kanal resmi BKSDA 112 atau pihak berwenang setempat.

KOBI percaya pelestarian Tapirus indicus bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa.

“Kehilangan satu individu tapir berarti hilangnya potensi regenerasi populasi yang sudah tertekan,” pungkasnya.

KOBI beserta anggotanya di Lampung akan terus mengawal proses hukum kasus ini dan membuka ruang kolaborasi riset serta konservasi, khususnya di Lampung. [WLC02]

Sumber: IPB UNiversity, UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Biologi UGMKOBIPakar Konservasi IPB UniversitySatwa liarTapir AsiaTapir MalayaTapirus Indicus

Editor

Next Post
Ilustrasi konjungsi Saturnus dan Bulan. Foto Quinnbrak/Pixabay.com.

Ketika Saturnus dan Bulan Tampak Sangat Dekat Diamati dari Bumi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media