Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pompa Air Tenaga Surya Membuat Sawah Desa Keliki Tak Lagi Antri Irigasi

Irigasi tak selalu menjamin pemerataan pengairan di sawah-sawah, terutama saat kemarau. Pengadaan sumur dengan pompa air tenaga surya menjadi salah satu solusi.

Minggu, 28 Agustus 2022
A A
Pompa air energi surya untuk pengairan persawahan di Desa Keliki, Kabupaten Gianyar, Bali. FOTO esdm.go.id.

Pompa air energi surya untuk pengairan persawahan di Desa Keliki, Kabupaten Gianyar, Bali. FOTO esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Itu tanpa baterai, tapi menggunakan inverter yang dapat menyesuaikan frekuensi saat matahari bersinar,” jelas Founder SRE, Zagy Yakana Berian.

Seluruh sistem dengan total tenaga panel surya 17,5 kWp ditempatkan berdekatan dengan Pura di tiap-tiap subak tersebut. Sistem ini bekerja hanya saat matahari bersinar sekitar empat jam sehari. Total volume air yang dihasilkan 12.000 liter per hari. Air yang dihasilkan sebagian disimpan dalam tangki air 1.100 liter untuk kebutuhan kegiatan adat di pura setempat. Selebihnya dialirkan ke irigasi milik subak tersebut.

Baca Juga: Pelarangan Ekspor Batu Bara Bukan Solusi, Harus Percepat Transisi Energi Terbarukan

“Selesai aktivitas di sawah, kami juga bisa bersih-bersih dari air yang tersimpan dalam tangki sebelah Pura,” ujar Wayan.

Bahkan saat upacara Ngaben massal, masyarakat langsung bisa mendapatkan air sumur di lokasi tersebut. Masyarakat tak lagi seperti sebelumnya yang harus membawa ember berisi air dari rumah masing-masing.

“Kondisi kekurangan air saat musim kemarau bisa terselesaikan,” harap Wayan. [WLC02]

Sumber: esdm.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BaliDesa KelikiirigasiKabupaten GianyarKementerian ESDMmusim kemaraupompa air tenaga suryasubak

Editor

Next Post
Gempa di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Minggu, 28 Agustus 2022, pukul 11.58 WIB, dengan magnitudo 5,0. Foto tangkap layar inatews.bmkg.go.id.

Gempa di Kepulauan Sangihe Sulut, Ini Penjelasan BMKG  

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media