Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Proyek 20 Juta Hektare Hutan untuk Pangan dan Energi, Walhi Ingatkan Kiamat Ekologis

Narasi swasembada pangan dan energi dinilai hanya kamuflase untuk melegitimasi penyerahan lahan secara besar-besaran pada korporasi agar bisnis pangan dan energi terus membesar serta meluas.

Jumat, 3 Januari 2025
A A
Salah satu kawasan hutan di Indonesia. Foto Dok. PPID KLHK.

Salah satu kawasan hutan di Indonesia. Foto Dok. PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Pemenuhan ini akan terwujud, apabila pemerintah menjadikan rakyat sebagai aktor utama dalam produksi dan konsumsi pangan dan energi. Pengakuan dan perlindungan hak rakyat atas wilayahnya menjadi hal yang terpenting. Sumber dan pengelolaan pangan dan energi juga harus berasal dan sesuai dengan karakteristik wilayah tempat di mana pangan dan energi dihasilkan.

Hutan dieksploitasi jadi cadangan pangan dan energi

Sebelumnya, 30 Desember 2024 lalu, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menghadiri rapat terbatas (Ratas) di Istana Merdeka. Ratas bersama Presiden Prabowo Subianto ini membahas ketahanan pangan.

Baca juga: Dua Kapal Antar Eksplorasi ke TN Taka Bonerate, Atol Terbesar Ketiga Dunia

“Pangan kira-kira di 2025 ini bagaimana,” kata Juli.

Ia mempresentasikan terkait hutan cadangan pangan, energi dan air. Menurut dia, potensi hutan dapat dimaksimalkan guna mencapai target Prabowo terkait swasembada pangan, energi dan air.

Sementara Prabowo menyatakan komitmen Indonesia menuju swasembada pangan dan energi sebagai langkah utama menghadapi tantangan global yang makin kompleks.

Ia meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah. Potensi tersebut meliputi kelapa sawit yang dapat menghasilkan solar dan bensin, serta tanaman-tanaman lain seperti singkong, tebu, sagu, dan jagung. [WLC02]

Sumber: Walhi, PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: hutan untuk pangan dan energiKementerian Kehutanankiamat ekologisProyek Legalisasi DeforestasiWalhi

Editor

Next Post
Ikan buntal. Foto perikanan.probolinggokab.go.id.

Kenali Karakteristik Ikan Buntal agar Tak Keracunan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media