Rabu, 22 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ringan dan Tahan Gempa, Kayu Jadi Material Konstruksi Masa Depan

Kayu potensial menjadi material konstruksi incaran masa depan karena ramah lingkungan dan mengurangi risiko gempa.

Jumat, 25 November 2022
A A
Ilustrasi konstruksi rumah dengan material kayu. Foto paulbr75/pixabay.com

Ilustrasi konstruksi rumah dengan material kayu. Foto paulbr75/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejak awal 2021, pemanfaatan kayu mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Menurut Technical Sales Consultant Rothoblaas, Mario Kurniadi, kayu kini menjadi material konstruksi bangunan dengan pertumbuhan pemanfaatan tertinggi ketimbang material lain seperti baja dan beton.

Prefabrikasi dan pemrosesan dengan otomasi menghasilkan peningkatan produktivitas dan peningkatan daya saing material kayu. Saat ini bahkan memungkinkan untuk menggunakan kolaborasi robot dalam untuk melakukan konstruksi produk kayu.

“Salah satu jenis produk kayu yang juga sering menjadi material konstruksi adalah Cross Laminated Timber (CLT),” jelas Mario saat menyampaikan dalam kuliah tamu bertopik topik “Potensi Material Kayu Sebagai Bahan Konstruksi Bangunan di Masa Depan” yang digelar Program Studi Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada April 2022.

Baca Juga: Ini Konsep Pemukiman Tahan Bencana di Wilayah Cincin Api

Apa itu CLT?

CLT adalah produk hasil olahan kayu dari hutan industri yang dipotong dengan ukuran tertentu dan disusun menjadi beberapa layer (lapisan) yang ditumpuk tegak lurus antar lapisannya. Cara itu agar lapisan-lapisan kayu memiliki kekuatan dan properti mekanikal yang sudah baik menjadi struktur di dinding dan lantai tanpa membutuhkan balok.

Penggabungan beberapa layer kayu ini juga telah memanfaatkan lem yang bebas formalin, yaitu formaldehyde free glue. Selain itu, kayu-kayu ini diproses pada mesin agar memiliki kekuatan antiair dan antirayap.

Baca Juga: Basoeki Hadimoeljono, Infrastruktur Tahan Gempa untuk Mitigasi Bencana

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: baja dan betonCross Laminated TimberHardwoodITBLVLmaterial kayumaterial konstruksi bangunanproduk kayuseismiktahan gempa

Editor

Next Post
Sumbar kirim rendang untuk korban gempa Cianjur. Foto ilustrasi sharonang | pixabay.com.

Sumbar Kirim Rendang 1,3 Ton untuk Korban Gempa Cianjur

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media