Selasa, 9 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Riset Harta Karun Kapal Perang Amerika yang Tenggelam di Teluk Banten

Rabu, 28 Agustus 2024
A A
Kapal perang Amerika, USS Nevada yang bertahan dalam serangan 7 Desember 1941 di Pearl Harbor. Foto George Grantham Bain Collection, Library of Congress.

Kapal perang Amerika, USS Nevada yang bertahan dalam serangan 7 Desember 1941 di Pearl Harbor. Foto George Grantham Bain Collection, Library of Congress.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia merupakan jalur rempah yang menjadi alur penting dalam pelayaran dunia sejak abad ke-14. Selama proses perdagangan tersebut, banyak kapal yang membawa muatan berharga tenggelam di sekitar perairan Nusantara, baik karena kecelakaan maupun perang.

“Warisan budaya bawah air memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang sangat besar. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dieksplorasi di Indonesia,” kata ahli arkeologi bawah laut dari East Carolina University, Amerika Serikat, Jennifer McKinnon.

Ia berbicara dalam kuliah umum bertajuk “Underwater Cultural Heritage Management” yang digelar Program Studi (Prodi) Ekonomi Kelautan Tropika (EKT), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University bekerja sama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat.

Baca Juga: Komisi V DPR Minta BMKG Optimalkan Anggaran Mitigasi Gempa Megathrust

Jennifer mengungkapkan pentingnya peran komunitas lokal dalam pelestarian warisan budaya bawah air. Juga perlu keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaannya. Ia juga menekankan bahwa keahlian dalam bidang arkeologi dapat berkolaborasi dengan ekonomi kelautan untuk memetakan dan mengembangkan potensi ekonomi yang ada.

“Kolaborasi antara arkeologi dan ekonomi kelautan tropika sangat penting untuk memaksimalkan manfaat dari warisan budaya bawah air. Dengan melibatkan komunitas lokal, kita tidak hanya melestarikan sejarah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan,” ujar Jennifer.

Guru Besar Ekonomi Kelautan IPB University, Prof. Tridoyo Kusumastanto menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pengelolaan warisan budaya bawah air. Ia memperkirakan, potensi ekonomi dari nilai Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) mencapai USD 12 miliar. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan ada sekitar 463 titik koordinat harta karun laut di perairan Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah akan Reaktivasi Sumur Migas yang Tidak Aktif

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bawah lautBenda Muatan Kapal Tenggelamekonomi kelautanjalur rempahkapal perang AmerikaTeluk Bantenwarisan budaya bawah air

Editor

Next Post
Dosen Fakultas Pertanian UGM, Nasih Widya Yuwono pencetus pengolahan sampah organik dengan ember tumpuk. Foto UGM.

Nasih Yuwono, Olah Sisa Makanan dengan Ember Tumpuk Jalin Kerja Sama Desa Kota

Discussion about this post

TERKINI

  • Kerusakan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) dan rumah warga akibat terdampak gempa bumi M7,8, 8 Juni 2026. Foto BPBD Provinsi Sulawesi Utara.Susulan Gempa Davao hingga Magnitudo 6,7, Puluhan Bangunan di Sulawesi Utara Rusak
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Kenaikan air laut di Pantai General Santos di Cotabato Selatan, Filipina pascagempa Davao M7,8, Senin, 8 Juni 2026. Foto Dok. @daryono_eq-talk/X.Gempa Davao M7,8, Muka Air Laut Naik Terpantau di Mindanao hingga Kaltim
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Krisis Lingkungan yang Dibuat Rezim Saat Ini Dibayar Mahal Generasi Mendatang
    In Lingkungan
    Minggu, 7 Juni 2026
  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media