Selasa, 23 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Riset Harta Karun Kapal Perang Amerika yang Tenggelam di Teluk Banten

Rabu, 28 Agustus 2024
A A
Kapal perang Amerika, USS Nevada yang bertahan dalam serangan 7 Desember 1941 di Pearl Harbor. Foto George Grantham Bain Collection, Library of Congress.

Kapal perang Amerika, USS Nevada yang bertahan dalam serangan 7 Desember 1941 di Pearl Harbor. Foto George Grantham Bain Collection, Library of Congress.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia merupakan jalur rempah yang menjadi alur penting dalam pelayaran dunia sejak abad ke-14. Selama proses perdagangan tersebut, banyak kapal yang membawa muatan berharga tenggelam di sekitar perairan Nusantara, baik karena kecelakaan maupun perang.

“Warisan budaya bawah air memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang sangat besar. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dieksplorasi di Indonesia,” kata ahli arkeologi bawah laut dari East Carolina University, Amerika Serikat, Jennifer McKinnon.

Ia berbicara dalam kuliah umum bertajuk “Underwater Cultural Heritage Management” yang digelar Program Studi (Prodi) Ekonomi Kelautan Tropika (EKT), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University bekerja sama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat.

Baca Juga: Komisi V DPR Minta BMKG Optimalkan Anggaran Mitigasi Gempa Megathrust

Jennifer mengungkapkan pentingnya peran komunitas lokal dalam pelestarian warisan budaya bawah air. Juga perlu keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaannya. Ia juga menekankan bahwa keahlian dalam bidang arkeologi dapat berkolaborasi dengan ekonomi kelautan untuk memetakan dan mengembangkan potensi ekonomi yang ada.

“Kolaborasi antara arkeologi dan ekonomi kelautan tropika sangat penting untuk memaksimalkan manfaat dari warisan budaya bawah air. Dengan melibatkan komunitas lokal, kita tidak hanya melestarikan sejarah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan,” ujar Jennifer.

Guru Besar Ekonomi Kelautan IPB University, Prof. Tridoyo Kusumastanto menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pengelolaan warisan budaya bawah air. Ia memperkirakan, potensi ekonomi dari nilai Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) mencapai USD 12 miliar. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan ada sekitar 463 titik koordinat harta karun laut di perairan Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah akan Reaktivasi Sumur Migas yang Tidak Aktif

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bawah lautBenda Muatan Kapal Tenggelamekonomi kelautanjalur rempahkapal perang AmerikaTeluk Bantenwarisan budaya bawah air

Editor

Next Post
Dosen Fakultas Pertanian UGM, Nasih Widya Yuwono pencetus pengolahan sampah organik dengan ember tumpuk. Foto UGM.

Nasih Yuwono, Olah Sisa Makanan dengan Ember Tumpuk Jalin Kerja Sama Desa Kota

Discussion about this post

TERKINI

  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.Memotret Jejak Bintang yang Tampak Berputar dengan Kamera DSLR di Timau
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.Anggapan Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O Ternyata Benar, Mengapa?
    In IPTEK
    Kamis, 18 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media