Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Rusak Akibat Gempa Bengkulu Bertambah Jadi 255 Unit

Sabtu, 24 Mei 2025
A A
Rumah warga terdampak gempa Bengkul M6,0, 24 Mei 2025. Foto BPBD Bengkulu.

Rumah warga terdampak gempa Bengkul M6,0, 24 Mei 2025. Foto BPBD Bengkulu.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Gempa Bumi M6,3 Guncang Bengkulu, 34 Unit Bangunan Rusak

“Usai menerima informasi terjadinya gempa, Tim Tanggap Darurat segera bergerak untuk menginventarisasi dampak dan mengamati kondisi geologi guna memberikan rekomendasi teknis kepada pemerintah provinsi, kabupaten, kota terdampak,” ujar Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid di Bandung, Jumat, 23 Mei 2025.

Ia menjelaskan, lokasi sekitar wilayah gempa bumi berada di Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi tinggi yang memiliki morfologi berbukit-bukit dengan pesisir sempit akibat pengangkatan tektonik. Serta didominasi Pegunungan Bukit Barisan di timur dan zona subduksi di barat.

Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanismenya, kejadian gempa bumi diperkirakan akibat sesar naik (reverse fault) di zona subduksi pada kedalaman 84 km. Hingga saat ini, tidak ada informasi korban jiwa.

Baca juga: Dalam 24 Jam, Sebanyak 42 Bencana Hidrometeorologi Landa Tanah Air

Wafid mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Masyarakat agar waspada terhadap gempa bumi susulan dan tidak mudah percaya pada informasi atau isu hoaks yang tidak bertanggung jawab terkait gempa bumi dan tsunami.

“Mengingat wilayah Bengkulu ini tergolong rawan gempa bumi dan tsunami, sangat diharapkan ada peningkatan upaya mitigasi, baik melalui mitigasi struktural maupun non-struktural. Terhadap kejadian gempa bumi ini, kita harus waspada terhadap potensi bahaya ikutan gempa bumi seperti rekahan pada permukaan tanah, longsor dan likuifaksi,” tutur Wafid. [WLC02]

Sumber: BNPB, Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Geologi Kementerian ESDMBNPBGempa Bengkulugempa dan tsunami

Editor

Next Post
Ilustrasi gelondongan kayu hutan. Foto Dok Soetana Hasby.

Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Hentikan Pelemahan SVLK Produk Kayu Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media