Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sakit Jantung Butuh Biaya Tinggi, Cegah dengan Jalan Kaki

Penyakit jantung tak hanya banyak memakan korban, tetapi juga pengobatannya berbiaya tinggi. Padahal cara pencegahannya sangat murah.

Sabtu, 8 Oktober 2022
A A
Ilustrasi jantung. Foto geralt/pixabay.com

Ilustrasi jantung. Foto geralt/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Penyakit jantung juga dapat ditandai dengan kaki bengkak. Baik bengkak bilateral yang meliputi kaki kanan dan kaki kiri. Maupun bengkak unilateral, yakni bengkak salah satu kaki saja. Biasanya berkaitan dengan pembuluh darah yang terhambat.

Cegah dengan Aktif Bergerak

Ada dua faktor risiko penyakit jantung. Pertama, faktor risiko yang tidak dapat diubah, seperti berkaitan dengan genetik dan warisan orang tua. Antisipasinya adalah mencegah penyakit jantung muncul lebih cepat. Kedua, faktor risiko yang dapat diubah. Soal ini terkait dengan gaya hidup, seperti jarang berolah raga dan makan makanan tak sehat.

Rendra mencontohkan kemajuan teknologi yang memudahkan orang pesan makanan tanpa harus melakukan aktivitas, seperti jalan kaki untuk membeli. Makanan yang dipesan pun makanan instan.

“Kehidupan yang pasif menjadi faktor risiko munculnya penyakit jantung,” kata pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Surabaya ini.

Aktif bergerak seperti melakukan jalan kaki 1.000 langkah, makan makanan sehat, dan tidak merokok adalah upaya pencegahan kemunculan penyakit jantung yang dilakukan.

Baca Juga: Waspadai Parkinson Akibat Hidup di Kawasan Limbah Industri

Budi juga berpesan agar masyarakat mencegah untuk tidak masuk rumah sakit karena sakit jantung. Lantaran selain mahal, masuk rumah sakit juga membuat kualitas hidup pasien menurun. Caranya adalah melakukan promotif preventif atau pencegahan dengan mengubah perilaku hidup menjadi lebih sehat.

“Mesti aktif. Banyak gerak dan pola makan yang baik,” kata Budi.

Lantaran penyakit jantung adalah jenis penyakit berbahaya, perlu dilakukan check-up rutin guna mengetahui kondisi kesehatan jantung. Terutama orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi.

“Jangan sampai Anda tidak tahu kesehatan jantung Anda. Anda harus aware bagaimana kondisi jantung dan bisa melakukan ikhtiar yang maksimal,” pesan Rendra. [WLC02]

Sumber: Kemenkes, Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: 1.000 langkahaktif bergerakBPJS Kesehatanjalan kakikardiovaskularKemenkesmakan makanan sehatpenyakit jantungpenyakit jantung koronerUnair

Editor

Next Post
Ilustrasi dunia digital. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com

BIN Ingatkan, Bencana Alam Dapat Mengancam Keamanan Negara

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media