Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sampah Meningkat 20 Persen, KLHK Gaungkan Ramadan Minim Sampah

Kamis, 6 April 2023
A A
Ilustrasi sampah organik. Foto Schlumpf98/pixabay.com.

Ilustrasi sampah organik. Foto Schlumpf98/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume timbulan sampah nasional selama Ramadan mengalami kenaikan rata-rata 20 persen akibat sisa makanan dan sampah kemasan.

Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Sinta Saptarina mencontohkan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya per hari mencapai sekitar 1.500-1.600 ton. Namun jumlahnya meningkat 100-200 ton per hari saat Ramadan.

Kemudian laporan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan juga mencatat kenaikan timbulan sampah sebesar 5-10 persen dibandingkan hari biasa, yakni sekitar 970 ton per hari.

Baca Juga: Ini Tahapan Konversi Motor BBM ke Listrik Lewat Platform Digital

Sementara sampah organik berupa sisa makanan mendominasi komposisi sampah tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 41,2 persen. Kemudian diikuti sampah plastik 18,2 persen. Sedangkan sampah rumah tangga menyumbang jumlah sampah nasional terbesar mencapai 39,2 persen.

Apabila sampah tidak dapat terkelola dengan baik dapat berdampak buruk bagi kesehatan, berpotensi mencemari lingkungan, hingga peningkatan emisi karbon.

Sinta pun mengingatkan bulan Ramadhan merupakan momentum bagi umat muslim di seluruh dunia untuk memaksimalkan kebaikan dengan menahan diri dan nafsu. Tidak hanya menebar kebaikan kepada sesama manusia, tetapi juga bertindak menjaga bumi dan seisinya. Dengan menggaungkan semboyan “Ramadan Minim Sampah”, KLHK mengajak masyarakat Indonesia untuk mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan sepanjang bulan puasa.

Baca Juga: Penebangan Liar Picu Banjir Bandang Sumbawa 12 Rumah Hanyut

“Melalui Ramadhan Minim Sampah, kami mengajak masyarakat Indonesia untuk memberikan keteladanan dengan perubahan kecil terkait sampah,” kata Sinta dalam Diskusi Pojok Iklim, Rabu,5 April 2023.

Ia kemudian mencontohkan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan selama Ramadan. Seperti membawa wadah makanan guna ulang dan tas belanja sendiri saat membeli takjil, mengonsumsi makanan secukupnya, hingga memilah sampah dari rumah untuk mendorong ekonomi sirkular.

“Berbagai langkah sederhana ini dapat memberikan keteladanan bagi masyarakat lain untuk bersama-sama mengubah perilaku lebih ramah lingkungan,” imbuh Sinta.

Baca Juga: Polusi Udara Penyebab 5 Penyakit Respirasi Berisiko Kematian Tertinggi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bulan RamadanKLHKpengelolaan sampahRamadan Minim Sampahvolume timbulan sampah

Editor

Next Post
Ilustrasi gerhana Matahari. Foto Buddy_Nath/pixabay.com.

Inilah Riset Lintas Ilmu Momen Langka Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media