Senin, 2 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sejarah Observatorium Bosscha dalam Tiga Keping Perangko

Dalam waktu empat bulan, Dosen FSRD ITB mendesain tiga keping perangko bertema 100 Tahun Observatorium Bosscha.

Minggu, 5 Februari 2023
A A
Desain perangko tentang 100 Tahun Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.

Desain perangko tentang 100 Tahun Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Akhirnya saya putuskan untuk menggambarkan sosoknya yang sedang menengadah ke langit,” ungkap Guntur usai acara Peringatan 100 Tahun Bosscha di Lembang.

Keping perangko kedua bercerita tentang peranan Observatorium Bosscha, terutama keunikannya karena berada di garis khatulistiwa sehingga bisa meneropong belahan bumi bagian selatan dan utara. Posisi inilah yang membuat Observatorium Bosscha memiliki banyak informasi penting tentang keastronomian dan diinformasikan ke seluruh dunia selama 100 tahun ini. Guntur memvisualkan dalam bentuk Galaksi Bimasakti.

Baca Juga: Ini Peran Para Pendiri dan Aneka Teleskop Observatorium Bosscha

Keping perangko ketiga tentang keeksisan observatorium itu ratusan tahun ke depan. Peran Observatorium Bosscha akan terus berlangsung sebagai pengembangan keilmuan astronomi dan kemanusiaan. Guntur mengilustrasikan dengan sosok genderless yang mengamati benda langit.

“Ilustrasi ini dimaksudkan perenungan akan sosok diri kita masing-masing dan mencoba memahami peran kita di alam semesta,” papar Guntur. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: 100 Tahun Observatorium BosschaGalaksi Bimasaktigaris khatulistiwaITBObservatorium Bosschaperangko 100 Tahun Observatorium BosschaTriyadi Guntur Wiratmo

Editor

Next Post
Luka yang diderita Beruang madu (Helarctos malayanus) korban jerat di perkebunan yang berbatasan dengan hutan Taman Nasional Gunung Leuser di wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto tangkap layar akun Instagram @bbtn_gunungleuser.

Dua Beruang Madu Korban Jerat di Perkebunan Sekitar TNGL Langkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media